Lokalisasi Ditutup Saat Lockdown, Pemerintah Bangladesh Bantu PSK Sembako dan Uang

Pemerintah Bangladesh akan mengirim makanan dan bantuan uang untuk puluhan ribu perempuan yang bekerja sebagai PSK di sejumlah lokalisasi yang ditutup di seluruh negeri.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Lokalisasi Ditutup Saat Lockdown, Pemerintah Bangladesh Bantu PSK Sembako dan Uang
Kebakaran Besar di Bangladesh. ©2020 REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

Pemerintah Bangladesh akan mengirim makanan dan bantuan uang untuk puluhan ribu perempuan yang bekerja sebagai PSK di sejumlah lokalisasi yang ditutup di seluruh negeri.

Sebagai upaya menghentikan penyebaran virus corona, pihak berwenang memerintahkan penutupan usaha prostitusi, termasuk penutupan lokalisasi terbesar di Goalanda, Distrik Rajbari Dhaka sampai 5 April dan lokalisasi lainnya di seluruh negeri.

Penutupan ini menyebabkan sekitar 100.000 perempuan yang bekerja di lokalisasi di Bangladesh kesulitan menghidupi diri dan anak-anak mereka. Demikian dilansir dari The Guardian, Rabu (8/4).

Pejabat pemerintah sub distrik Goalanda, Rubayet Khan mengatakan bantuan makanan dan uang dari Kementerian Penanganan Bencana dan Bantuan akan mulai disalurkan akhir pekan ini.

"Ada sekitar 1.800 perempuan di lokalisasi di bawah wilayah hukum kami. Kami telah meminta 30 kilogram beras dan 2.000 taka (mata uang Bangladesh) (untuk masing-masing perempuan ini)," jelasnya.

"Kami telah mendapatkan persetujuan awal dan berharap dana akan disetujui akhir pekan ini," lanjutnya.

Petugas medis di rumah sakit yayasan dekat lokalisasi di Goalanda mengatakan, mereka memerlukan bantuan tambahan untuk mencegah pandemi virus corona di sejumlah lokalisasi dan distrik zona merah.

Dokter di rumah sakit yayasan amal Gonoshasthaya Kendra, Zulfekar Ali mengatakan kondisi lokalisasi sangat kotor dan tidak higienis. Kamar-kamarnya juga sangat kecil dan tak manusiawi.

"Di kamar sekecil itu para pekerja seks tinggal, bekerja, dan bahkan memasak. Banyak dari mereka menggunakan toilet bersama," kata dia.

Minim Akses Kesehatan di Lokalisasi

Dia menambahkan, banyak perempuan yang bekerja di lokalisasi jarang mendapatkan akses kesehatan karena mereka takut dipermalukan dan distigmatisasi.

"Kami menggunakan pengeras suara untuk menyebarkan kampanye penyadaran di lokalisasi, meminta perempuan di sana mencuci tangan dengan baik," kata Zulfekar Ali.

Prostitusi legal di Bangladesh, salah satu penelitian melaporkan kurang dari 10 persen mereka yang bekerja di bidang ini terjun secara sukarela.

Penyelidikan Observer pada 2019 menemukan ribuan gadis remaja dan perempuan di distrik merah Bangladesh diperdagangkan, sementara banyak perempuan yang bekerja sebagai PSK terjebak lilitan hutang.

"Penghasilan kami di sini tidak banyak, cukup untuk bertahan hidup hari ke hari dan banyak dari kami terjerat utang," kata perempuan 26 tahun yang telah bekerja di salah satu lokalisasi di Goalanda sekitar tujuh tahun.

Rekomendasi