Lebih dari satu juta orang menyatakan menyesal telah menyumbangkan suara mereka untuk hengkang dari Uni Eropa. Hal tersebut mencuat dari sebuah poling opini usai kemenangan opsi Brexit.
Dilaporkan dari 17,4 juta orang memilih suara 'hengkang', sedikitnya 1,1 juta orang menurut poling rupanya berharap tidak pernah mendukung Britania keluar dari Eropa. Temuan mengejutkan soal perolehan suara kubu Brexit ini dilansir lembaga Survation.
Survei itu sekaligus menemukan adanya indikasi sebagian pemilih sekadar memanfaatkan momen referendum Brexit untuk memprotes pemerintah.Mereka pikir suara tersebut 'tidak akan berpengaruh'. Kini mereka tengah berpikir dua kali akan hal tersebut.
Sebuah pengguna Twitter menulis "Secara pribadi saya memilih Hengkang karena saya percaya ini adalah kebohongan dan kini saya menyesali lebih dari apa pun," seperti dikutip dari laman Independent, Selasa (28/6).
Mereka yang menyesal memilih opsi Hengkang dan telah sadar terhadap dampak suara yang diberikan. Mereka diketahui sudah menghubungi lembaga pelayanan suara untuk mempertanyakan apakah suara mereka dapat diubah.
Dukungan mereka kini bergabung dengan pemilih Tinggal dan dinamakan 'Bregretters' atau British Regretters.
Di samping hasil temuan poling lembaga survei Survation, petisi warga yang memilih tinggal sekarang mencapai angka 3,6 juta suara. Mereka mendesak diadakan referendum ulangan.
Pemimpin kelompok Brexit, misalnya Nigel Farage, Boris Johnson, atau Michael Gove menurut beberapa media mulai berbohong soal janji-janji kampanye di masa lalu.
Johnson, politikus partai konservetif yang digadang-gadang menjadi perdana menteri baru, saat kampanye dua bulan lalu sempat bilang keluar dari UE akan memangkas jumlah imigran asing di Britania pada 2020. Awal pekan ini, dia mengakui minimnya akurasi data penunjang janji tersebut.
Sedangkan Farage banjir kritikan, setelah dulu kerap berkata keluar dari Uni Eropa bisa menghemat anggaran 350 juta Pound Sterling per bulan untuk jaminan kesehatan. Cuma berselang beberapa jam usai referendum, dia menyatakan janji kampanye soal anggaran ini sebuah kesalahan.