Korea Utara berhasil meluncurkan rudal balistik antar benua jenis baru, Hwasong-15, yang bisa menjangkau seluruh daratan Amerika Serikat. Demikian sebuah laporan dari media negara bagian yang terisolasi, Rabu (29/11) pagi waktu setempat.Dalam sebuah siaran stasiun televisi pemerintah, Korea Utara menyatakan rudal berkekuatan terbaru itu dapat meluncur sejauh 950 km (590 mil) selama 53 menit hingga mencapai ketinggian sekitar 4.475 km (2.781 mil).Setelah menyaksikan kesuksesan peluncuran rudal tipe terbaru ICBM Hwasong-15 itu, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un menyatakan dengan bangga menyatakan Korea Utara akhirnya bisa mewujudkan sejarah hebat karena berhasil menyelesaikan kekuatan nuklir negara, dan membangun kekuatan roket. Demikian dilansir straittimes.Peluncuran rudal ini seakan menantang Presiden AS, Donald Trump, yang pekan lalu kembali memasukkan Korea Utara ke daftar negara, yang menurut Washington, mendukung terorisme.
korea utara luncurkan rudal balistik ke jepang ©2017 REUTERS
Trump bereaksi dengan hati-hati terhadap uji coba rudal Korea Utara tersebut."Saya hanya akan mengatakan bahwa kita akan mengurusnya. Ini adalah situasi yang akan kita tangani," kata Trump.Juru bicara Pentagon Kolonel Robert Manning mengatakan penilaian awal Pentagon rudal tersebut adalah jenis ICBM yang diluncurkan dari Sain Ni, sebelah timur laut ibu kota Pyongyang, dan meluncur sekitar 1.000 kilometer sebelum tercebur di Laut Jepang."Rudal tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat, wilayah atau sekutunya," kata Pentagon.
korea utara luncurkan rudal balistik ke jepang ©2017 REUTERS
Menteri Pertahanan AS, James Mattis menyatakan keprihatinan yang lebih besar. Dia mengakui kemajuan teknologi yang berhasil dicapai Korea Utara dalam peluncuran berdurasi 53 menit itu."Ini peluncuran tertinggi, terus terang, dari pada tembakan sebelumnya yang mereka lakukan," kata Mattis di Gedung Putih."Intinya, ini adalah upaya lanjutan untuk membuat ancaman - ancaman rudal balistik yang membahayakan perdamaian dunia, perdamaian regional, dan tentu saja, Amerika Serikat." tambahnya.
Advertisement