Kim Jong-un Gelar Rapat Darurat Usai Ada Dugaan Kasus Pertama Covid-19 di Korea Utara

Namun KCNA tidak memastikan apakah warga pembelot Korut itu benar-benar positif Covid-19 dan hanya mengatakan ada "hasil belum pasti" dari uji kesehatan terhadap warga tersebut.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Kim Jong-un Gelar Rapat Darurat Usai Ada Dugaan Kasus Pertama Covid-19 di Korea Utara
kim jong un pimpin rapat partai. ©KCNA via Reuters

Korea Utara kemungkinan baru mengalami kasus pertama Covid-19 setelah seorang warga yang melarikan diri dari negara diduga melintasi perbatasan dan ditemukan di Kota Kaesong 19 Juli lalu. Demikian dilaporkan kantor berita pemerintah hari ini.

Lima hari kemudian, pada 24 Juli, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un langsung menggelar rapat darurat dengan Biro Politik Partai Pekerja untuk menanggapi situasi ini.

"Telah terjadi situasi kritis karena virus ganas itu bisa dibilang sudah masuk ke negara kita," ujar Kim seperti dikutip kantro berita pemerintah Korut, KCNA.

"Seorang yang melarikan diri ke selatan tiga tahun lalu diduga sudah tertular virus ganas setelah secara ilegal melintasi Zona Larangan Militer (MDL) pada 19 Juli," kata KCNA mengutip pernyataan Kim kemarin, seperti dilansir laman NK News, Minggu (26/7).

Namun KCNA tidak memastikan apakah warga pembelot Korut itu benar-benar positif Covid-19 dan hanya mengatakan ada "hasil belum pasti" dari pemeriksaan di organ bagian atas dan darah dari warga yang diduga positif tersebut. Kim memerintahkan dia dikarantina serta dilacak kontaknya.

Kim kemudian mengumumkan keadaan darurat dan memerintahkan karantina wilayah (lockdown) di Kota Kaesong dua hari lalu serta menyerukan jajarannya segera dalam keadaan siaga maksimal.

Korea Utara sebelumnya berkukuh tidak ada satu pun kasus Covid-19 di negara itu yang hingga kini masih dalam status menutup seluruh pintu masuk. Meski demikian banyak kalangan meragukan klaim Korut itu.

Rapat darurat yang dipimpin Kim itu juga diikuti anggota Komite Pusat Partai Pekerja dan anggota Pusat Tanggap Darurat Anti-epidemi. Sejumlah pejabat dari kabinet, kementerian, dan institusi nasional juga hadir dalam konferensi video.

Rekomendasi