Dalam menyemarakkan hari besar Idul Adha umat Islam, menteri pertahanan Israel mengumumkan akan memberikan izin kepada 100 ribu warga Tepi Barat Palestina untuk mengunjungi saudaranya di Israel selama Idul Adha, hal tersebut dikonfirmasi lewat Facebook pribadi Koordinator Aktivitas Teritorial Pemerintah, Mayor Jenderal Yoav Mordechai.
Sebagai tambahan, po perbatasan akan beroperasi lebih lama dari biasanya untuk pemeriksaan dan mengizinkan warga Palestina, termasuk masyarakat Gaza untuk bepergian ke luar negeri via Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv atau Amman di Yordania. Lewat jalur ini lah Muslim bisa pergi haji.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengucapkan salam hangat kepada warga Muslim dan masyarakat Druze di Israel dalam momen perayaan Idul Adha kemarin malam.
"Dalam kesempatan hari raya kurban Idul Adha, saya menghaturkan rasa senang kepada Muslim dan warga Druze beserta harapan terbaik dalam perayaan hari besar ini," tutur PM Netanyahu dalam pidato kepada media, seperti dikutip dari laman Times of Israel, Minggu (11/9).
Menurut PM Netanyahu, perayaan hari besar ini memiliki nilai serupa bagi agama Yahudi, tunduk kepada Tuhan, menyayangi keluarga, dan menolong sesama.
"Ini adalah contoh lain dari banyak hal yang menyatukan kita saat saling berbagi dalam kehidupan di Israel," paparnya.
"Saya berharap kalian dan semua keluarga senang dan berbahagia dalam peryaan ini," lanjutnya.
Perayaan hari besar Idul Adha sendiri akan berlangsung selama 4 hari di Israel. Perayaan ini jatuh pada musim gugur tiap tahunnya selama kalender Muslim Dhulhijah, ketika jemaah haji sedang menunaikan ibadahnya di Makkah.