Gadis Iran dilarang ikut kompetisi catur karena tidak pakai hijab
Merdeka.com - Juara catur perempuan asal Iran dilarang bermain oleh negara asalnya karena menolak memakai hijab. Dorsa Derakhshani, nama gadis 19 tahun itu, kini bergabung dengan Federasi Catur Amerika Serikat.
Kantor resmi Federasi Catur Amerika, institusi resmi para pecatur di AS, kemarin mengatakan Dorsa Derakhshani, yang lahir di Teheran, Iran, akan bertanding atas nama AS setelah dia resmi bergabung bulan lalu.
Pengumuman ini tercatat dalam situs Federasi Catur Dunia Fédération Internationale des Échecs. Federasi Catur Amerika mewakili AS dalam federasi catur tingkat dunia.

Dorsa Derakhshani ©Youtube
"Iran tidak membolehkan dia (Dorsa) bermain dalam turnamen tertentu yang harus mendapat izin dari federasi, seperti seri kejuaran catur dunia atau kompetisi kelas junior," kata Alejandro Ramirez, pelatih timnya di Universitas St. Louis, tempat dia kuliah saat ini.
"Tentu saja, bagi Amerika itu masalah," katanya.
Juli lalu Derakhshani pindah ke Amerika Serikat untuk ikut berkompetisi bersama tim catur universitas.
Dalam wawancara dengan Radio WBUR FM pekan lalu, Derakhshani mengatakan dia ikut kompetisi tanpa hijab dalam Festival Catur Tradewise Gibraltar, kejuaraan selama seminggu yang berakhir pada Februari. Dia juga tidak mengenakan hijab di turnamen sebelumnya.
Seperti diketahui, Iran mewajibkan wanita mengenakan penutup kepala atau hijab di tempat umum.
Seminggu setelah turnamen Gibraltar usai, dia baru tahu dari temannya bahwa Federasi Catur Iran melarangnya ikut bertanding karena tidak memakai hijab.
Menurut kantor berita The Associated Press, Derakhshani tidak berada di Iran saat mengetahui larangan tersebut. Dia sudah pindah ke Barcelona, Spanyol, pada 2015 untuk bermain dengan klub catur dan melanjutkan studinya, .
Kantor berita Mehr Iran melaporkan, Presiden Federasi Catur Iran Mehrdad Pahlevanzadeh mengatakan tidak biasanya seorang pemain berpindah federasi nasional, dan Derakhshani juga bukanlah anggota tim nasional Iran.
"Dia bermain untuk Iran hanya satu kali pada 2014," katanya, seperti dilaporkan The Associated Press.
Baca juga:
Iran minta pecatur wanita seluruh dunia pakai hijab saat turnamen
Wanita Iran kegirangan bisa tonton Olimpiade di stadion
5 Cerita paling miris wanita dilarang tonton pertandingan olah raga
Takut polisi syariah, wanita Iran berambut pendek & berpakaian pria
Cantiknya Shafiei, pembalap motocross wanita pertama Iran (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya