Filipina kesal kapal-kapal China dekati karang di Laut China Selatan
Merdeka.com - Pemerintah Filipina melaporkan peningkatan jumlah kapal China di wilayah sengketa di Laut China Selatan. Mereka khawatir China akan melakukan reklamasi di wilayah sengketa Scarborough Shoal.
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan kepada Reuters, Minggu (4/9), pesawat militer Filipina yang terbang di atas gugusan karang ini melihat adanya penambahan jumlah kapal di sana. China sendiri memang telah ada di wilayah itu sejak 2012 silam. China memblokade wilayah perairan itu dan sejak itu ketegangan antara kedua negara semakin memanas.
"Ada empat kapal patroli pantai China dan enam kapal lainnya, termasuk dua tongkang biru di sekitar Scarborough Shoal. Kehadiran banyak kapal selain patroli di wilayah itu membuat kami sangat khawatir," ujar Lorenzana.
Meski hanya terdiri dari beberapa terumbu karang, Scarborough Shoal merupakan perairan yang penting bagi Filipina karena airnya yang tenang dengan ikan yang banyak. Maka dari itu, Manila menyebutkan klaim China sebagai pelanggaran hukum internasional.
Filipina khawatir China akan melakukan reklamasi dan membangun pangkalan militer seperti yang mereka lakukan di wilayah Laut China Selatan lainnya. Hal ini diikuti dengan beberapa waktu lalu China mengirim kapal tongkang pembawa pasir untuk membuat tujuh pulau buatan di Spratly.
"Kami belum tahu apakah tongkang itu digunakan untuk operasi penimbunan nanti. Jika mereka mencoba membangun apa pun di Scarborough, maka akan berdampak sangat buruk bagi situasi keamanan," lanjut Lorenzana.
China mengklaim hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan yang memiliki nilai perdagangan mencapai US$5 triliun per tahun, atau sepertiga dari total perdagangan global.
Klaim China ini ditandai dengan sembilan garis putus-putus yang meliputi ratusan pulau, terumbu karang dan wilayan perairan yang masih tumpang tindih dengan Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya