Donald Trump minta maaf karena unggah ulang video Islam radikal

Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk pertama kalinya meminta maaf karena mengunggah ulang video kelompok sayap kanan yang menunjukkan adanya kekerasan.

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Donald Trump minta maaf karena unggah ulang video Islam radikal
gedung baru kedubes as di london. ©2018 AFP Photo/Daniel SORABJI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk pertama kalinya meminta maaf karena mengunggah ulang video kelompok sayap kanan yang menunjukkan adanya kekerasan.

"Jika kalian mengatakan pada saya kalau mereka adalah orang rasis yang mengerikan, saya pasti akan meminta maaf jika kalian ingin saya melakukan itu," kata Trump saat tampil di acara Good Morning Britain's bersama Piers Morgan, Jumat (26/1).

Saat itu, Trump membuat masyarakat Inggris marah saat dia me-retweet ulang tiga video anti-Muslim secara berurutan yang sebelumnya diunggah oleh wakil pemimpin Britain First Jayda Fransen. Jayda pernah dihukum karena melakukan pelecehan pada wanita Muslim dengan kejam pada 2016.

"Trump membuat kecemasan dan kemarahan di negara saya, lantaran menyebut Inggris pada dasarnya sekelompok rasis, fasis," kata Morgan.

Menanggapi pernyataan Morgan, Trump mengaku tidak tahu dan tidak tahu tentang Inggris. "Tentu saja saya tidak tahu itu. Saya tidak tahu apa-apa tentang mereka (Inggris) saya tidak tahu apa-apa tentang mereka hari ini, selain saya sedikit membaca," kata Trump.

Dari wawancara dengan Morgan, Trump mengaku kalau dia adalah orang paling rasis saat ditemui siapapun. Dia mengaku masyarakat AS sudah hapal dengan dirinya.

"Tentu saja saya tidak mendukung siapa pun, mungkin ini adalah sebuah cerita besar di Inggris, tapi di Amerika Serikat, ini bukan cerita besar. Saya adalah orang paling rasis yang akan ditemui siapa pun," kata Trump.

Trump mengaku tidak terlalu menyesal karena me-retweet video yang belum jelas kebenarannya. Karena dia dengan percaya diri ingin memerangi teror kelompok radikal.

"Teror Islam radikal, apakah Anda suka atau tidak suka saat membicarakannya, Anda melihat apa yang terjadi di Inggris, Anda melihat apa yang terjadi di seluruh dunia," kata Trump.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengaku kecewa dengan Trump. Dia menyatakan kalau Trump salah karena mengirim cuitan seperti itu.

Trump langsung menanggapi May agar tidak langsung terfokus pada cuitannya, tapi harus fokus pada terorisme Islam radikal yang merusak Inggris Raya. Dan Trump mengaku mencintai Inggris.

"Yang sebenarnya saya adalah seseorang yang mencintai Inggris, saya mencintai Skotlandia, orang yang sangat istimewa dan tempat yang sangat spesial. Saya tidak ingin menimbulkan kesulitan bagi negara Anda," kata Trump.

Rekomendasi