Sembilan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi signifikan di pasar Inggris. Capaian ini terjadi dalam pameran Spring Fair 2026 yang berlangsung di Birmingham, Inggris, pada awal Februari 2026. Total potensi transaksi mencapai 640,75 ribu dolar AS atau setara Rp10,76 miliar.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI di London, Ayu Siti Maryam, mengonfirmasi kabar baik ini. Potensi transaksi tersebut merupakan hasil akumulasi dari penjajakan bisnis (business matching) serta tindak lanjut pascapameran oleh Atdag di London. Produk-produk Indonesia sukses menarik perhatian pembeli internasional.
Keberhasilan ini menunjukkan respons positif dari pembeli Inggris terhadap produk-produk kreatif Tanah Air. Sektor dekorasi rumah, fesyen, dan gaya hidup menjadi primadona yang diminati. Desain unik, kualitas terjamin, serta prinsip keberlanjutan menjadi faktor pembeda utama yang kompetitif.
Advertisement
Advertisement
Atdag RI London, Ayu Siti Maryam, menyoroti bahwa capaian ini menegaskan Inggris sebagai pasar yang sangat menjanjikan bagi produk kreatif Indonesia. Produk-produk unggulan seperti dekorasi rumah, fesyen, dan gaya hidup menunjukkan nilai tambah yang kompetitif di mata pembeli internasional. Desain yang inovatif, kualitas produk yang tinggi, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan menjadi daya tarik utama.
Respons positif dari pembeli Inggris ini membuktikan bahwa produk UMKM Indonesia memiliki daya saing yang kuat di kancah global. Hal ini juga menjadi indikator bahwa strategi promosi yang tepat dapat membuka peluang pasar yang lebih luas. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi UMKM lain untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka.
Ayu menambahkan, "Respons positif buyer Inggris terhadap produk Indonesia, khususnya pada sektor dekorasi rumah, fesyen dan gaya hidup, menunjukkan nilai tambah pada desain, kualitas, serta prinsip keberlanjutan menjadi faktor pembeda yang kompetitif." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya aspek-aspek tersebut dalam menembus pasar internasional. Upaya Kemendag dalam memfasilitasi UMKM ke pasar global membuahkan hasil yang konkret.
Advertisement
Advertisement
Partisipasi Indonesia dalam pameran seperti Spring Fair 2026 ini merupakan kesempatan emas untuk menjalankan strategi promosi dan perluasan pasar ekspor. Terlebih lagi, pameran ini secara khusus menjadi platform berharga bagi UMKM perempuan untuk menjangkau pasar Inggris. Kemendag berkomitmen untuk terus mendukung UMKM, khususnya yang digawangi oleh perempuan, dalam mengembangkan bisnis mereka.
Sektor tekstil menjadi salah satu contoh nyata potensi pertumbuhan ekspor ke Inggris. Saat ini, Inggris menempati peringkat ke-15 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia untuk produk tekstil, dengan pangsa sekitar 1,66 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masih ada ruang yang sangat besar untuk meningkatkan volume ekspor dan memperkuat posisi Indonesia di pasar Inggris.
Ayu Siti Maryam mengungkapkan optimisme terhadap strategi yang dijalankan. "Kami optimistis strategi promosi yang terarah, kolaborasi multipihak, dan penguatan peran UMKM perempuan mampu membawa Indonesia memperluas pangsa pasar di Inggris," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pihak lainnya.
Advertisement
Untuk memastikan realisasi kontrak dagang, potensi transaksi yang telah tercatat akan terus ditindaklanjuti. Pertemuan Business to Business (B2B) antara pelaku UMKM dan mitra potensial akan difasilitasi. Langkah ini krusial untuk mengubah potensi transaksi menjadi kesepakatan bisnis yang konkret dan berkelanjutan.
Advertisement
Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Inggris menunjukkan tren positif yang menguntungkan Indonesia. Pada tahun 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 2,67 miliar dolar AS. Angka ini mencerminkan dinamika perdagangan yang aktif dan saling menguntungkan antara kedua belah pihak.
Secara spesifik, ekspor Indonesia ke Inggris tercatat sebesar 1,6 miliar dolar AS, sementara impor Indonesia dari Inggris mencapai 1,07 miliar dolar AS. Data ini menunjukkan bahwa Indonesia berhasil membukukan surplus perdagangan yang signifikan. Surplus sebesar 529,82 juta dolar AS menjadi bukti kekuatan ekspor Indonesia di pasar Inggris.
Produk-produk ekspor utama Indonesia ke Inggris sangat beragam, meliputi alas kaki, mesin dan peralatan listrik, serta kayu dan barang dari kayu. Selain itu, pakaian jadi bukan rajutan, dan mesin-mesin serta pesawat mekanik juga menjadi komoditas penting. Diversifikasi produk ekspor ini menunjukkan kemampuan Indonesia dalam memenuhi berbagai kebutuhan pasar Inggris.
Advertisement
Sumber: AntaraNews