Sebanyak 10 orang peserta Sekolah Kepemimpinan Perempuan (SKP) 2025 yang diinisiasi oleh Srikandi Berkarya baru-baru ini memperkuat kapasitas mereka dengan melakukan visitasi langsung ke Kantor Komunikasi Kepresidenan RI (Presidential Communication Office/PCO) di Jakarta. Kunjungan ini menjadi kesempatan emas bagi para perempuan muda untuk berdialog langsung dengan jajaran staf kepresidenan.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai kepemimpinan, komunikasi publik, serta bagaimana pengarusutamaan gender diimplementasikan dalam kebijakan strategis pemerintah. Ini adalah bagian dari upaya Srikandi Berkarya untuk melahirkan pemimpin perempuan yang tidak hanya berteori, tetapi juga memahami praktik di lapangan.
Visitasi ini merupakan puncak dari serangkaian kunjungan lapangan yang telah diikuti oleh seluruh peserta SKP 2025, yang bertujuan untuk memperkaya wawasan dan pengalaman mereka dari berbagai sektor. Diharapkan, melalui interaksi langsung ini, para peserta dapat memetakan peluang dan tantangan nyata dalam mendorong representasi perempuan yang substantif di berbagai bidang.
Advertisement
Advertisement
Dalam kunjungan yang berlangsung selama dua jam tersebut, Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi PCO Muhammad Isra Ramli, bersama Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Adita Irawati dan Chaca Annisa, menyambut hangat para peserta SKP 2025. Mereka memberikan gambaran komprehensif mengenai tugas pokok, visi-misi, dan struktur kerja PCO.
PCO memiliki peran krusial dalam mendukung Presiden, mulai dari menyusun narasi kebijakan, menyampaikan informasi strategis kepada publik, hingga memastikan komunikasi pemerintah berjalan efektif dan inklusif. Diskusi interaktif menjadi inti dari sesi ini, di mana para peserta Sekolah Kepemimpinan Perempuan secara kritis mengajukan pertanyaan.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut berfokus pada sejauh mana pengarusutamaan gender diterapkan dalam kebijakan Presiden, serta bagaimana perempuan dapat berperan lebih besar dalam proses perumusan kebijakan publik. Ini menunjukkan komitmen peserta untuk tidak hanya memahami, tetapi juga berkontribusi pada isu-isu kesetaraan gender.
Advertisement
Advertisement
Visitasi ke PCO ini merupakan kegiatan puncak dari rangkaian kunjungan lapangan yang telah diikuti oleh seluruh 30 peserta SKP 2025. Sebelum tiba di Kantor Komunikasi Kepresidenan, para peserta telah mendapatkan pengalaman berharga dari berbagai institusi terkemuka.
- Yayasan PEKKA: Belajar langsung dari pengalaman para pemimpin perempuan di tingkat akar rumput, memahami tantangan dan keberhasilan mereka dalam pemberdayaan komunitas.
- Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora RI): Memahami kebijakan kepemudaan dan peran strategis perempuan di sektor publik, serta bagaimana kebijakan tersebut mempengaruhi partisipasi perempuan.
- Kompas Gramedia: Melihat praktik kepemimpinan perempuan di dunia korporasi dan media, mendapatkan wawasan tentang tantangan dan peluang di sektor swasta.
Seluruh pembelajaran dari rangkaian visitasi ini akan dituangkan dalam bentuk proyek akhir yang akan dipresentasikan pada kegiatan Grand Closing SKP 2025, yang dijadwalkan pada Minggu, 31 Agustus 2025. Acara ini akan menghadirkan forum uji publik yang mengundang pegiat komunitas, anak muda, serta perempuan dari berbagai latar belakang untuk memberikan masukan langsung terhadap gagasan para peserta Sekolah Kepemimpinan Perempuan.
Advertisement
Advertisement
Sekolah Kepemimpinan Perempuan merupakan program inkubasi kepemimpinan berbasis gender yang dirancang khusus oleh Srikandi Berkarya. Program ini bertujuan untuk membangun pemahaman dan keterampilan kepemimpinan yang kuat bagi perempuan muda. Program berlangsung selama tiga minggu intensif, melibatkan 30 peserta berusia 18 hingga 25 tahun.
Selama program, peserta mendapatkan pendampingan dari narasumber dan mentor berpengalaman, serta mengerjakan proyek kepemimpinan secara berkelompok. Dengan mengusung nilai inklusif, kolaboratif, dan kontributif, SKP berkomitmen melahirkan jejaring pemimpin perempuan muda yang mampu mendorong kesetaraan gender dan menghadirkan representasi perempuan yang substantif di berbagai sektor.
“Melalui visitasi ini, kami ingin memberikan eksposur langsung kepada peserta untuk melihat bagaimana kepemimpinan perempuan bekerja di berbagai sektor strategis,” kata perwakilan Srikandi Berkarya. “Harapannya, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu memetakan peluang dan tantangan nyata agar dapat menjadi representasi perempuan yang melampaui sekadar simbolik.”
Advertisement
Sumber: AntaraNews