Total Aset Industri Jiwa di Tanah Air Tembus Rp602 Triliun Hingga Akhir 2021

Selanjutnya, total cadangan teknis asuransi jiwa tahun 2021 juga tumbuh 1,1 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp453,23 triliun menjadi Rp 458,25 triliun.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Total Aset Industri Jiwa di Tanah Air Tembus Rp602 Triliun Hingga Akhir 2021
asuransi. igiftblog

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total aset industri asuransi jiwa mencapai Rp602,04 triliun hingga akhir 2021. Angka ini tumbuh sebesar 5,5 persen dibanding tahun 2020 yang hanya mencapai Rp570,66 triliun. Data diperoleh dari laporan keuangan unaudited 58 perusahaan asuransi jiwa.

"Seiring dengan kinerja yang positif yang ditunjukkan oleh perusahaan asuransi jiwa membuat total aset industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan sebesar 5,5 persen, naik menjadi Rp602,04 triliun," kata Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon, dalam konferensi pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Tahun 2021, secara virtual, Rabu (9/3/2022).

Selanjutnya, total cadangan teknis asuransi jiwa tahun 2021 juga tumbuh 1,1 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp453,23 triliun menjadi Rp 458,25 triliun. Dengan demikian, seluruh perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, terus memupuk cadangan teknisnya sehingga kesanggupan perusahaan asuransi jiwa memenuhi janji-janjinya kepada pemegang polis di masa-masa mendatang itu semakin baik.

"Cadangan teknis tumbuh 1,1 persen atau Rp458,25 triliun. Hal ini tentunya menjadi indikasi tata kelola aset industri yang sehat terutama dalam melakukan manajemen resiko," ujarnya.

Pendapatan Premi

Di sisi lain, AAJI juga mencatat pendapatan premi asuransi jiwa meningkat seiring dengan bangkitnya aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatnya kesadaran masyarakat.

"Tahun 2021 industri asuransi jiwa berhasil membukukan pertumbuhan total pendapatan premi sebesar 8,2 persen menjadi Rp202,93 triliun," ujarnya.

Adapun pertumbuhan premi didorong oleh pertumbuhan premi bisnis baru sebesar 12,1 persen, dan pertumbuhan premi lanjutan sebesar 2,0 persen dibandingkan tahun 2020.

"Jadi kami amat sangat gembira, optimis melihat ini menunjukkan bahwa di tengah-tengah kondisi Covid-19 kesadaran masyarakat untuk memiliki proteksi meningkat terbukti dari bisnis baru yang tumbuh double digit," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi