Titiek Soeharto keluhkan kondisi Pelabuhan Belawan ke Menteri Susi
Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyampaikan banyak keluhan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti. Keluhan ini disampaikan dalam rapat bersama jajaran KKP.
Salah satu keluhan Titiek adalah mengenai kondisi Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara yang kini tidak enak dipandang mata. Pelabuhan tersebut, menurutnya, tidak terawat sama sekali.
"Baru-baru ini kami mengadakan kunjungan kerja ke Belawan untuk menyerap aspirasi di sekitar pelabuhan. Mendapati Belawan, waktu SMA yang besar, ternyata sampai sekarang kumuh, sedih. Tanah besar jadi kapling-kapling nggak jelas," kata Titiek dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2).
Menurut Titiek, saat memasuki ruangan pemantauan, alat pantau yang seharusnya berjalan dengan baik kondisinya tidak sesuai harapan. "Peralatannya semua harus dibenahi. Saya lihat segede lemari es, screennya kecil, semoga nanti besar-besar," tegasnya.
Selain itu, anak mantan presiden Soeharto ini juga mengeluhkan kebijakan Susi yang menurutnya membunuh nelayan kecil karena tanpa sosialisasi. Salah satunya adalah kebijakan pelarangan penjualan lobster dan kepiting bertelur.
Padahal, nelayan di Sumatera Utara sedang panen dan karena aturan ini mereka tidak bisa menjual atau mengekspor.
"Peraturan tiba tiba tanpa sosialisasi diberlakukan. Mereka sudah panen, ada ratusan ton kepiting soka siap diekspor tidak bisa di apa apain. Kalau hidup mungkin bisa beli, ini mati. Nelayan nelayan ini matilah karena aturan ini."
Selain itu, pelarangan penggunaan jaring di nelayan juga dikeluhkan. Nelayan di Sumatera Utara membutuhkan jaring menangkap ikan yang kecil kecil. "Disana terkenal teri Medan, dengan jaring dilarang engga bisa lagi mendapatkan teri itu. Jadi mohon ini keluhan keluhan mereka didengarkan," tutupnya. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya