Tingkatkan daya saing warga Papua, Freeport gelar program bina UMKM

Kamis, 13 September 2018 16:48 Reporter : Idris Rusadi Putra
Tingkatkan daya saing warga Papua, Freeport gelar program bina UMKM Freeport. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Freeport Indonesia bekerja sama dengan beberapa mitra menjalankan Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PPUMKM) dengan nama program Pondok Pinang. Program ini diluncurkan pada 28 Agustus dengan menggandeng 50 mama penjual buah pinang.

Melalui program ini, Freeport membantu para mama penjual pinang di Timika dengan ilmu-ilmu dasar dasar ekonomi dan pemasaran serta bantuan permodalan. Selain itu, para mama penjual pinang yang biasanya menggelar dagangannya di lantai dibantu dengan pondok untuk berjualan pinang.

Penanggungjawab program PPUMKM PT FI, Ronny Yawan berharap, program ini mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing yang pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan kontribusi perempuan dalam pembangunan ekonomi.

"Dalam program Pondok Pinang ini Freeport menggandeng Bank BRI kantor cabang Timika dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan Ekonomi Kreatif, Dinas Perindustrian & Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) dan dinas Tata Kota," terang Ronny Yawan dikutip keterangan resmi perusahaan di Jakarta, Kamis (13/9).

Ronny Yawan menjelaskan bahwa bentuk kontribusi yang diberikan oleh PT FI melalui program ini di antaranya adalah layanan distribusi pinang, pemasok yang dibentuk dalam program ini bertanggungjawab untuk mendistribusikan buah Pinang kepada seluruh peserta program. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi biaya transportasi dan memangkas biaya-biaya produksi yang tidak perlu sehingga pendapatan menjadi meningkat. Pemasok dilengkapi dengan alat transportasi guna mempermudah proses distribusi pinang.

"Freeport memberikan layanan pendampingan, pembinaan dan pelatihan bagi para peserta program Pondok Pinang. Untuk meningkatkan usaha peserta program pinang, peserta program pondok pinang juga diberikan fasilitas kredit modal kerja sesuai kebutuhan. Selain itu tentunya untuk memudahkan berjualan, para peserta program dibantu tempat berjualan yang dinamakan Pondok Pinang," terang Ronny Yawan.

Salah satu mama penjual pinang, Agustina M. Yoku menceritakan bahwa dia dan teman-temannya merasa terbantu dengan program ini. Dia menjelaskan jadi tahu cara menjual pinang agar lebih menguntungkan dan mendapatkan kemudahan modal dan pasokan pinang.

"Saya suka sekali dengan pondok pinang yang diberikan ke saya untuk berjualan ini. Semoga buah pinang yang saya jual makin laku," kata Agustina. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Freeport
  3. Tambang
  4. UMKM
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini