Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan harapannya agar Taman Sains Teknologi Herbal dan Holtikultura (TSTH2) di Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, dapat terintegrasi langsung dengan sektor industri. Pernyataan ini disampaikan Airlangga dalam keterangan tertulis di Medan pada Sabtu (20/9), setelah kunjungan ke lokasi tersebut. Keberadaan taman sains herbal ini diharapkan mampu mengembangkan genome sequencing dan menghasilkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Kunjungan penting ini dilakukan pada Jumat (19/9) dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mendampingi rombongan yang terdiri dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Turut hadir pula Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi atas pengembangan TSTH2 di Humbahas, yang dinilai strategis untuk kemandirian pangan nasional. Pemerintah akan terus mendorong industri yang membutuhkan bahan baku agro untuk mengembangkan bibitnya. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam mendukung hilirisasi sumber daya alam unggulan serta memperkuat sektor pertanian dan farmasi di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Taman Sains Teknologi Herbal dan Holtikultura (TSTH2) di Humbahas memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan antara riset dan kebutuhan industri. Menko Airlangga Hartarto menekankan pentingnya 'link and match' antara produk yang dihasilkan TSTH2 dengan industri. Hal ini mencakup pengembangan genome sequencing yang canggih untuk menghasilkan varietas unggul dan produk herbal berkualitas tinggi.
Sebagai pusat riset pengembangan pangan dan herbal, TSTH2 diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap pasokan bahan baku industri. Airlangga menegaskan bahwa tidak ada hasil pertanian yang baik tanpa dukungan teknologi dan penelitian bibit unggul. Oleh karena itu, pembangunan TSTH2 ini merupakan upaya strategis untuk mendorong kemandirian pangan nasional serta hilirisasi sumber daya alam unggulan di Tanah Air.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri yang berbasis agro. Dukungan ini mencakup upaya pengembangan bibit unggul dan inovasi dalam proses produksi. Dengan demikian, TSTH2 tidak hanya menjadi pusat riset, tetapi juga katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Advertisement
Advertisement
TSTH2 di Humbang Hasundutan berdiri di atas lahan seluas 500 hektare di kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK), dilengkapi dengan fasilitas modern yang mendukung riset dan produksi. Fasilitas ini meliputi rumah kaca, rumah jaring, serta area uji coba tanaman ekstraksi herbal. Selain itu, terdapat laboratorium pascapanen, tempat penyimpanan tanaman obat, dan fasilitas produksi biofertilizer atau pupuk hayati.
Kawasan ini dirancang untuk mendukung riset dan hilirisasi produk pertanian, khususnya herbal dan hortikultura. Produk-produk yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bahan baku penting bagi industri farmasi dan industri makanan-minuman (mamin). Menko Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas ini sangat krusial untuk memastikan kualitas dan kuantitas bahan baku yang dibutuhkan industri.
Pemerintah secara konsisten memberikan dorongan dan apresiasi terhadap inisiatif seperti TSTH2. Dukungan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi penelitian, pengembangan, dan produksi. Dengan fasilitas yang memadai dan dukungan penuh, TSTH2 siap menjadi garda terdepan dalam inovasi pertanian dan herbal di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan apresiasinya atas kunjungan rombongan Menko Perekonomian dan berharap TSTH2 dapat terus berkembang serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Bobby meyakini bahwa melalui kolaborasi berbagai pihak, TSTH2 akan mampu memberikan inovasi dan solusi atas tantangan pertanian. Hal ini diharapkan membawa dampak nyata bagi ketahanan pangan nasional, khususnya di Sumatera Utara.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan bahwa TSTH2 di Sumatera Utara berfungsi sebagai pusat riset genomik komoditas pertanian. Menurut Luhut, kecepatan dalam melakukan genom di kawasan ini tidak tertandingi berkat teknologi canggih yang telah terinstal. "Jadi kita untuk melakukan genome (genom) itu, kecepatannya itu enggak ada yang lawan. Semua sudah diinstal, nanti kita lihat prosesnya berjalan cepat, dan kita tidak bermimpi lagi," kata Luhut.
Kehadiran TSTH2 tidak hanya memperkuat sektor pertanian dan industri, tetapi juga menempatkan Indonesia di garis depan riset genomik. Dengan kemampuan riset yang mumpuni dan fasilitas modern, TSTH2 menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian pangan dan inovasi berkelanjutan di masa depan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews