Tahukah Anda? Pertamina EP Jatibarang Komitmen Jaga Keseimbangan Energi Pangan di Indramayu
Pertamina EP Jatibarang berkomitmen menjaga keseimbangan energi pangan dan pertanian di Indramayu. Simak bagaimana dialog terbuka ini memastikan kedua sektor penting bangsa dapat tumbuh berdampingan.
PT Pertamina EP Jatibarang Field menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga harmoni antara sektor energi dan pangan di wilayah Indramayu, Jawa Barat. Komitmen ini diwujudkan melalui serangkaian dialog terbuka yang intensif dengan Serikat Tani Indramayu (STI) beberapa waktu lalu. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa kedua pilar penting bangsa, yaitu ketahanan energi dan pangan, dapat tumbuh serta berkembang secara berdampingan tanpa saling menghambat.
Wazirul Luthfi, Head of Communication, Relations & CID Zona 7 Pertamina EP Jatibarang, menjelaskan bahwa dialog tersebut menjadi wadah penting. Pihaknya berupaya keras memastikan seluruh kegiatan operasional di sektor minyak dan gas bumi (migas) di Indramayu dapat berjalan selaras dengan aktivitas pertanian masyarakat lokal. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman mendalam bahwa keberlanjutan kedua sektor adalah kunci bagi kemajuan daerah dan nasional.
Melalui komunikasi yang transparan dan konstruktif, Pertamina EP Jatibarang berupaya membangun kepercayaan dengan komunitas petani. Hal ini juga menegaskan bahwa eksplorasi dan produksi migas dapat dilaksanakan dengan memperhatikan keberlangsungan lingkungan serta mata pencarian warga. Kedua belah pihak sepakat bahwa sinergi adalah jalan terbaik untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan di Indramayu.
Dialog Terbuka untuk Sinergi Energi dan Pertanian
Pertamina EP Jatibarang secara proaktif melibatkan Serikat Tani Indramayu dalam diskusi mengenai keseimbangan energi pangan. Dialog ini menjadi platform krusial untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak. Wazirul Luthfi menegaskan bahwa ketahanan energi dan pangan merupakan dua pilar fundamental bangsa yang harus saling mendukung.
Melalui dialog tersebut, Pertamina EP Jatibarang berupaya memahami kebutuhan dan kekhawatiran para petani. Mereka ingin memastikan bahwa kegiatan eksplorasi dan produksi migas tidak mengganggu produktivitas lahan pertanian. Komunikasi yang terbuka ini diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman dan membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat.
Ketua STI, Damuri, menyambut baik inisiatif dialog ini dan menekankan pentingnya kegiatan energi yang selaras dengan kebutuhan petani. Petani di Indramayu tidak menolak pembangunan sektor energi, namun mereka berharap dapat terus bertani dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. "Kami percaya komunikasi yang baik akan membawa manfaat bagi semua," ujar Damuri, menunjukkan optimisme terhadap kolaborasi ini.
Prinsip Kehati-hatian dalam Operasional Migas
Pertamina EP Jatibarang mengklaim seluruh kegiatan eksplorasi dan produksi migas dilakukan dengan prinsip kehati-hatian yang tinggi. Perusahaan ini selalu mematuhi seluruh ketentuan peraturan yang berlaku, termasuk Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Hal ini menunjukkan komitmen terhadap standar operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di wilayah Indramayu.
Wazirul Luthfi juga memastikan bahwa proses pengeboran migas di wilayahnya dilakukan pada kedalaman yang berbeda dari lapisan air tanah. Metode ini secara spesifik dirancang untuk menghindari gangguan terhadap lingkungan sekitar dan sumber daya air yang vital bagi pertanian. "Kami selalu menjalankan kegiatan dengan prinsip kehati-hatian dan sesuai regulasi," tegas Wazirul Luthfi.
Komitmen terhadap regulasi dan praktik terbaik ini menjadi jaminan bagi masyarakat. Pertamina EP Jatibarang ingin memastikan bahwa operasional migas tidak akan merugikan sektor pertanian. Transparansi dalam pelaksanaan kegiatan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik dan keberlanjutan Keseimbangan Energi Pangan di Indramayu.
Harapan Petani dan Komunikasi Berkelanjutan
Serikat Tani Indramayu (STI) menyuarakan harapan agar kegiatan energi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan petani dalam mengelola lahan garapan mereka. Damuri, Ketua STI, menegaskan bahwa para petani di Indramayu tidak menolak pembangunan sektor energi. Mereka hanya ingin memastikan bahwa hak mereka untuk bertani dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional tetap terjamin.
Pertamina EP Jatibarang menyatakan selalu terbuka terhadap komunikasi dengan masyarakat petani penggarap, khususnya di Indramayu. Seluruh bentuk kerja sama, termasuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, dijalankan melalui sistem administrasi dan audit yang ketat. Ini menunjukkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program yang dilaksanakan.
Komunikasi yang berkelanjutan dan sistematis diharapkan dapat terus menjembatani kepentingan kedua belah pihak. Dengan demikian, pembangunan sektor energi dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan sektor pertanian. Keseimbangan Energi Pangan di Indramayu dapat terwujud melalui kolaborasi yang saling menguntungkan dan saling menghormati.
Sumber: AntaraNews