Pemerintah Provinsi Papua Barat aktif menyelenggarakan pelatihan penting bagi masyarakat Kampung Bremi, Kabupaten Manokwari. Pelatihan ini fokus pada cara mengolah komoditas ikan menjadi beragam jenis makanan. Tujuannya adalah memastikan hidangan tersebut bergizi seimbang dan aman untuk dikonsumsi setiap hari.
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 27 Agustus, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mendorong penganekaragaman pangan lokal. Sekaligus, pelatihan ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan usaha mikro kecil di wilayah tersebut.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat krusial. Ini akan meningkatkan kreativitas serta inovasi warga dalam mengolah aneka pangan. Terutama, bahan dasar yang digunakan adalah ikan yang melimpah di daerah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat vital bagi kesehatan tubuh. Kandungan nutrisi esensial di dalamnya mendukung pertumbuhan serta perkembangan. Selain itu, ikan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Pengolahan ikan menjadi produk pangan yang beragam dan bergizi sangat diperlukan. Langkah ini memperluas akses masyarakat terhadap sumber protein berkualitas tinggi. Dengan demikian, ketergantungan pada komoditas beras dapat berkurang secara signifikan.
Konsumsi ikan secara teratur terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Manfaat lainnya termasuk kesehatan jantung, mata, tulang, dan optimalisasi fungsi otak. Oleh karena itu, program pengolahan ikan ini sangat strategis.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah daerah terus berkomitmen mengoptimalkan program diversifikasi pangan. Berbagai kegiatan, termasuk pelatihan pengolahan ikan ini, diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat. Tujuannya adalah memanfaatkan potensi pangan lokal secara maksimal.
Komposisi ideal bahan pangan lokal pengganti beras sangat beragam. Ini mencakup kelompok umbi-umbian, jagung, pisang, sukun, dan sagu. Sayuran, buah, kacang-kacangan, serta kelompok hewani juga termasuk di dalamnya.
Gubernur Dominggus Mandacan menegaskan bahwa Papua Barat memiliki pangan lokal berlimpah. Sumber daya ini dapat diolah dan dikonsumsi sebagai pengganti beras yang sehat. Pelatihan ini menjadi jembatan untuk mewujudkan kemandirian pangan.
Advertisement
Ketua panitia dari Dinas Ketahanan Pangan, Eklesia Hutagalung, menyatakan tujuan pelatihan. Ini untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat. Khususnya dalam pengolahan pangan lokal yang bergizi dan berkualitas.
Pelatihan pengolahan pangan berbahan dasar ikan ini melibatkan narasumber ahli. Mereka berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua, memberikan materi yang komprehensif. Total peserta pelatihan berjumlah 17 orang, mewakili tiga dasawisma di Kampung Bremi.
Sumber: AntaraNews
Advertisement