Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara tegas menyatakan pentingnya peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Brazil. Langkah strategis ini mencakup sektor perdagangan serta investasi guna memperkuat posisi ekonomi kedua negara. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan hal tersebut dalam forum bisnis di Jakarta.
Penekanan pada kolaborasi selatan-selatan, termasuk dengan Brazil dalam kerangka BRICS, menjadi fokus utama Kadin. Indonesia membutuhkan alternatif pasar dan sumber investasi baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kerjasama ini diharapkan membuka peluang besar bagi kedua belah pihak.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Kadin Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan ApexBrasil. Ini adalah lembaga pemerintah Brazil yang bertanggung jawab mempromosikan investasi, usaha, dan perdagangan. Inisiatif ini bertujuan mengakselerasi promosi investasi dan perdagangan.
Advertisement
Advertisement
Potensi Besar Kerja Sama RI Brazil dalam Perdagangan dan Investasi
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyoroti urgensi untuk mencari alternatif dalam perdagangan dan investasi. Kolaborasi dengan negara-negara selatan-selatan, seperti Brazil, dianggap sangat strategis. "Intinya Indonesia sekarang butuh alternatif untuk berdagang dan berinvestasi baik keluar maupun ke dalam negeri. Kenapa? Kita mesti berpikir bahwa kolaborasi dengan selatan-selatan misalnya dalam BRICS ini yakni kemarin dengan Afrika Selatan dan sekarang dengan Brazil, ini sangat penting," ujar Anindya Novyan Bakrie.
Penandatanganan nota kesepahaman antara Kadin Indonesia dan ApexBrasil menjadi langkah konkret. ApexBrasil merupakan instansi pemerintah Brazil yang fokus pada promosi investasi, usaha, dan perdagangan. MoU ini memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan promosi, akselerasi investasi, dan perdagangan.
Selain itu, Anindya menambahkan bahwa kerja sama ini tidak melupakan aspek keberlanjutan, inklusivitas, dan inovasi. Brazil sendiri memiliki keunggulan ganda, yakni ketahanan pangan dan ketahanan energi yang kuat. Hal ini menjadikan Brazil mitra yang menarik bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Advertisement
Advertisement
Meningkatkan Volume Perdagangan dan Target Ambisius
Meskipun jumlah penduduk Indonesia dan Brazil jika digabungkan mencapai setengah miliar orang, hubungan ekonomi kedua negara masih relatif kecil. Data menunjukkan bahwa nilai hubungan ekonomi Indonesia-Brazil baru mencapai 6 miliar dolar AS. Angka ini dianggap belum optimal mengingat potensi besar yang dimiliki.
Kadin memprediksi bahwa nilai perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Brazil dapat meningkat secara signifikan. Targetnya adalah tumbuh 2-3 kali lipat dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan. Peningkatan ini diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian kedua negara.
Presiden Brazil, Luiz Inácio Lula da Silva, juga menegaskan komitmen untuk terus berjuang. "Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva mengatakan kita tidak boleh berhenti berjuang untuk meningkatkan perdagangan dan investasi, yang tujuannya untuk jumlah masyarakat yang begitu banyak, karena kalau kita bisa berdagang lebih tentunya tenaga kerja bisa lebih banyak terserap dan juga lebih banyak pengusaha-pengusaha baru yang bisa tumbuh," kata Anindya mengutip pernyataan Presiden Lula.
Advertisement
Advertisement
Dinamika Komoditas dan Dampak Ekonomi Regional
Dari total 6 miliar dolar AS hubungan ekonomi, sekitar 4,5 miliar dolar AS berasal dari Brazil. Komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Brazil meliputi kedelai, gula, dan daging. Ini menunjukkan ketergantungan Indonesia pada produk-produk pangan tertentu dari Brazil.
Sebaliknya, Indonesia juga memiliki beragam komoditas ekspor ke Brazil. Produk-produk seperti kelapa sawit, garmen, alas kaki, hingga komponen otomotif menjadi andalan ekspor Indonesia. Diversifikasi ekspor ini penting untuk menyeimbangkan neraca perdagangan.
Anindya Bakrie menekankan bahwa dunia usaha harus terus menjamin kelangsungan usahanya. Hal ini krusial agar Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 5,5 persen dan terus meningkat. "Intinya bagaimana dunia usaha bisa terus menjamin bahwa kelangsungan dari usaha itu baik Sehingga Indonesia bisa mencapai Pertumbuhan 5,5 persen dan perlahan naik lagi," tegasnya.
Advertisement
Berbagai daerah di Indonesia sangat membutuhkan pertumbuhan ekonomi untuk menyerap tenaga kerja. Kondisi ini secara langsung memerlukan investasi dan perdagangan yang kuat. Kadin mengapresiasi peran aktif para pemimpin negara dalam memfasilitasi hubungan diplomasi Indonesia-Brazil ini. "Saya mengapresiasi tentunya kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Brazil Lula yang memberikan peran kepada dunia usaha untuk bisa berpartisipasi dalam acara hubungan diplomasi Indonesia-Brazil ini," pungkas Anindya.
Sumber: AntaraNews