Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kini mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga serta pasokan pangan nasional. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Babel, Fery Afrianto, menegaskan kesiapan penuh daerahnya untuk menyukseskan program ini. Gerakan ini secara khusus berfokus pada Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), terutama untuk komoditas beras. Keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan upaya ini.
Sejak awal, Pemprov Babel telah berkolaborasi erat dengan instansi terkait seperti pemerintah kabupaten/kota, kepolisian, dan Bulog. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga berbagai sembako esensial. Komoditas yang menjadi perhatian meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, bawang, dan cabai.
Advertisement
Advertisement
Skala Nasional dan Target Gerakan Pangan Murah
Gerakan Pangan Murah ini merupakan program berskala nasional yang dikoordinasikan dengan berbagai kementerian. Hasil Rapat Koordinasi bersama Kementerian Pertanian, Kemendagri, dan Kemendag Republik Indonesia menunjukkan cakupan yang luas. Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat di seluruh pelosok negeri.
Secara keseluruhan, Gerakan Pangan Murah direncanakan melibatkan 4.663 kecamatan di seluruh Indonesia. Inisiatif ini diperkirakan dapat menjangkau sekitar 3,4 juta pengunjung yang membutuhkan akses pangan terjangkau. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dibutuhkan sekitar 43 ribu ton beras SPHP.
Ketersediaan beras SPHP menjadi fokus utama dalam program ini. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan pasokan beras yang cukup dan terjangkau di pasaran. Upaya ini diharapkan dapat meredam gejolak harga pangan.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme Masyarakat dan Dampak Langsung
Antusiasme masyarakat terhadap Gerakan Pangan Murah sangat tinggi, seperti yang terlihat di Pangkalpinang. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Kepulauan Babel, Kombes Pol Jojo Sutarjo, melaporkan keberhasilan penyaluran beras. Pada Kamis (28/8), dua ton beras berhasil disalurkan di Jalan Mentok, Kelurahan Keramat, Kota Pangkalpinang.
Masyarakat menyambut baik inisiatif ini, terbukti dari cepatnya beras habis terjual. Sebanyak 400 karung atau dua ton beras SPHP yang disiapkan oleh Polda Kepulauan Babel ludes dalam waktu kurang lebih dua jam. Fenomena ini menunjukkan betapa besar kebutuhan masyarakat akan pangan dengan harga terjangkau.
Beras SPHP yang ditawarkan dalam Gerakan Pangan Murah ini dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif. Harga jualnya adalah Rp11.800 per kilogram, atau Rp59.000 per karung berisi lima kilogram. Harga ini jauh lebih rendah dari harga pasar, memberikan keringanan signifikan bagi konsumen.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan
Komitmen untuk melanjutkan Gerakan Pangan Murah ini hingga akhir tahun telah ditegaskan. Sesuai arahan Kapolda Irjen Pol Hendro Pandowo, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala. Hal ini untuk memastikan akses berkelanjutan masyarakat terhadap pangan pokok.
Tujuan utama dari keberlanjutan program ini adalah membantu dan memberikan akses langsung kepada masyarakat. Mereka dapat memperoleh pangan pokok dengan harga yang terjangkau, terutama di tengah fluktuasi harga. Ini juga merupakan upaya menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama instansi terkait akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Langkah ini penting untuk memastikan efektivitas program dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Dengan demikian, ketahanan pangan daerah dapat terjaga dengan baik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews