Syarat dan Cara untuk Sopir Gojek yang Ingin Gunakan Motor Listrik
Merdeka.com - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) terus berkomitmen membantu pemerintah dalam mengakselerasi kendaraan zero emisi khususnya di bidang transportasi. Tahun ini Gojek menargetkan mengoperasikan 5.000 kendaraan armadanya untuk beralih kendaraan listrik.
Lalu bagaimana syarat dan cara pengajuan daftarnya?
Head of Global Transport Marketing Gojek, Amanda Parikesit menjelaskan, syarat untuk beralih menggunakan ke kendaraan listrik cukup mudah. Pertama dia adalah harus mitra driver tercatat aktif di perusahaan.
Kemudian untuk pendaftarannya sendiri, mitra driver cukup datang langsung ke kantor operasional Gojek. Adapun informasi lengkap berkaitan dengan yang lain-lainnya akan diinformasikan kembali di kantor operasional.
"Jadi kalau yang tertarik temen-temen mitra driver, driver aktif yang ingin jadi bagian dari gerakan motor listrik ini bisa langsung untuk proses pendaftaran," kata dia dalam konferensi pers, Selasa (18/1).
Meski begitu, nantinya para mitra driver Gojek yang akan beralih menggunakan kendaraan listrik bakal dikenakan biaya sewa. Adapun biayanya mulai dari Rp35.000
"Untuk saat ini memang Gojek masih melakukan uji coba terlebih dahulu. Di mana uji coba ini dilakukan baru di sekitar bilangan Jakarta Selatan," katanya.
Menperin: Grup GoTo Sudah Lirik Motor Listrik Gesits
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa Grup Goto berkomitmen untuk menggunakan motor listrik. Dia pun memberikan bocoran bahwa perusahaan yang menaungi Gojek dan Tokopedia tersebut sudah melirik motor listrik buatan Gesits.
"Berdasarkan dari informasi yang kemarin saya dapat, salah satu yang sudah mereka lirik yaitu Gesits. Gesits itu motor listrik yang TKDN-nya sudah sangat tinggi," kata Agus di Yogyakarta pada Rabu (19/5).
Menurut Agus, pihak Gojek sendiri sudah lama mengungkapkan niatnya untuk memulai program kendaraan listrik, bahkan jauh sebelum merger dengan Tokopedia. Pemerintah pun menyambut baik rencana tersebut, terlebih lagi salah satu produsen motor listrik yang tengah dijajaki merupakan perusahaan dalam negeri.
"Tentu kami menyambut dengan baik, kami meminta kepada mereka memberi perhatian agar motor-motor listrik yang memang sudah diproduksi di Indonesia, yang TKDN-nya sudah tinggi itu yang dipakai atau yang dibeli oleh GoTo atau Tokopedia, nah komitmen itu sudah kami dapat," tutur Agus.
Komitmen GoTo tersebut akan memberi banyak manfaat. Pertama,mengurangi emisi gas karbon dengan jutaan pengendara motor Gojek. Kemudian, juga mendorong pertumbuhan industri motor listrik di Indonesia. Mengenai hal ini, pemerintah menyatakan akan terus mendukung GoTo terkait komitmen tersebut.
Kendati demikian, Agus belum bisa memastikan target penggunaan motor listrik tersebut secara komersial oleh para mitra pengemudi Gojek. Namun yang pasti akan dalam waktu dekat ini. "Segera, tapi bukan 2030 terlalu lama itu," tuturnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya