Strategi Rizal Ramli, bisa kurangi triliun utang Indonesia mulai 2019
Merdeka.com - Ekonom Rizal Ramli membanggakan pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam mengurangi utang Indonesia. Pada saat itu, dia menjabat sebagai menteri koordinator perekonomian Presiden Gus Dur.
Menteri Koordinator Kemaritiman era Presiden Joko Widodo ini yakin, dengan strateginya, mampu mengurangi utang Indonesia mencapai USD 10 miliar atau setara Rp 139,7 triliun (Rp 13.967 per USD) di 2019.
Dia bercerita, saat itu mampu mengurangi utang Indonesia sebesar USD 4,5 miliar atau setara Rp 62,8 triliun (Rp 13.967 per USD). Selain itu, pemerintahan Gus Dur diklaim juga mampu membalikkan pertumbuhan ekonomi dari minus 3 persen menjadi 4,5 persen.
"Pemerintahan Gus Dur satu-satunya pemerintahan yang mengurangi utang," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (23/4).
Rizal membeberkan strateginya saat itu ialah dengan pertukaran. Dia mencontohkan bentuk pertukaran dengan Jerman. Di mana, Indonesia menyediakan lahan hutan konservasi ditukar dengan pengurangan utang dari negeri Bavaria tersebut.
"Jerman waktu itu protes, Indonesia terus merusak hutan padahal paru-paru dunia. Kami bertemu menkeu Jerman. Gini deh kita win-win, Indonesia siapkan 100.000 hutan untuk konservasi, Jerman kurangi utang Indonesia ratusan juta Dolar," jelasnya.
Cara pertukaran ini, lanjutnya, bisa menjadi salah satu pengurang utang Indonesia signifikan di 2019. Sebab, dunia ke depan semakin merisaukan isu perubahan iklim.
"Kita tidak bisa bertindak untuk utang ini hanya dengan menjadi good boy, yang bayar utang pada waktunya. Karena beban utang kita sudah kebanyakan. Kita harus inovatif. Manajemen mengelola utang dengan inovatif. Kita tuker utang mahal dengan utang murah dan sebagainya. Banyak cara. Tidak bisa lagi sekedar good boy dipuji-puji sama asing gitu."
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya