Sri Mulyani: Walaupun Suasana Duka, Presiden Tetap Berpartisipasi di G20

Kamis, 26 Maret 2020 22:49 Reporter : Idris Rusadi Putra
Sri Mulyani: Walaupun Suasana Duka, Presiden Tetap Berpartisipasi di G20 Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/anggun situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku bangga dan terharu dengan Presiden Joko Widodo. Meski dalam keadaan berduka ditinggal Ibunda untuk selamanya, Presiden Jokowi masih menyempatkan diri untuk mengikuti rapat khusus bersama pimpinan negara G20 atau KTT G20 melalui teleconference.

"Walaupun Bapak Presiden sedang dalam suasana duka, kita semua betul-betul bangga dan terharu melihat beliau memiliki komitmen yang luar biasa untuk tetap berpartisipasi dalam G20 dan memimpin Indonesia bersama pemimpin-pemimpin dunia di dalam melawan penyebaran covid-19," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Kamis (26/3).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual yang membahas upaya negara-negara anggota G20 dalam penanganan Covid-19, dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis malam.

Berdasarkan informasi yang dibagikan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis malam, KTT Luar Biasa G20 yang digagas Arab Saudi selaku Ketua G20 tahun ini, diawali dengan sambutan pembukaan dari Raja Salman bin Abdulaziz AL Saud pada pukul 15.00 waktu Arab Saudi atau pukul 19.00 WIB.

Sebanyak 20 negara anggota G20, 7 negara undangan, 9 organisasi internasional, dan 2 organisasi regional mengikuti KTT Luar Biasa G20 ini.

1 dari 2 halaman

Ajak Negara G20 Perangi Virus Corona

g20 perangi virus corona rev1

Dalam rapat virtual ini, Presiden Jokowi mengajak para pemimpin negara-negara anggota G20 untuk memerangi pandemi virus Corona jenis baru (Covid-19) dan memulihkan perlambatan ekonomi global yang diakibatkan wabah tersebut.

G20 merupakan kelompok 20 ekonomi utama dunia yang sangat berpengaruh dalam pembentukan Produk Domestik Bruto global. "Pertama, kita harus kuatkan kerja sama melawan Covid-19," kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, negara-negara anggota G20 harus mendorong solidaritas dunia dalam penanganan Covid-19. Para pemimpin G20 juga perlu menginisiasi upaya agar pandemi ini tidak mengganggu kemitraan dan kerja sama antarnegara yang telah dibangun bertahun-tahun.

"Untuk itu, G20 harus aktif memimpin upaya menemukan anti-virus dan obat Covid-19, tentunya bersama WHO (Badan PBB untuk kesehatan dunia,-red)," kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mendorong negara-negara G20 bekerja sama, dan mensinergikan kebijakan serta instrumen ekonomi untuk melawan keterpurukan ekonomi dunia, yang diakibatkan Covid-19. "Kita harus mencegah resesi ekonomi global, melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi, serta memperluas dan memperkuat jaring pengaman sosial terutama bagi UMKM," ujar Jokowi.

2 dari 2 halaman

Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

sektor keuangan rev1

Lebih lanjut, Presiden juga mendorong G20 untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, termasuk menjaga ketersediaan likuiditas, dan memberikan relaksasi dibagi dunia usaha yang terpukul karena pandemi Covid-19.

"Dengan gejolak keuangan global yang tinggi, dukungan foreign exchange sangat penting. Saya juga mendukung peningkatan peran global dan regional financial safety net (jaring pengaman keuangan regional) termasuk melalui SDR swap line dan currency swap facility (fasilitas barter mata uang), seperti Chiang Mai Initiative," kata Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan pentingnya bagi negara anggota G20 untuk mencegah disrupsi produksi, dan menjaga kelancaran distribusi barang.

"Utamanya bahan pangan pokok dan barang kesehatan," kata Presiden.

Di akhir pernyataannya, Kepala Negara menekankan perlunya negara-negara G20 untuk menumbuhkan kepercayaan dunia bahwa dunia mampu memenangkan perang dan melewati krisis yang diakibatkan Covid-19 ini. [idr]

Baca juga:
Jokowi Minta Negara G20 Bersatu Cari Antivirus Corona
Jokowi Ikuti KTT Luar Biasa G20 Secara Virtual Bahas Covid-19
Jelang KTT Luar Biasa G20, RI Usulkan 5 Rekomendasi Tangani Corona
Negara G20 Sepakat Kembangkan Teknologi di Sektor Infrastruktur
Kemenkeu: Berpengaruh Besar, Virus Corona Jadi Perhatian Negara G20
Sri Mulyani: Virus Corona Hambat Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal I-2020
Di Pertemuan G20, Sri Mulyani Ingatkan Transparansi Pajak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini