Sri Mulyani Banggakan Ketahanan Indonesia Di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Selasa, 11 Juni 2019 15:50 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Sri Mulyani Banggakan Ketahanan Indonesia Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia di tengah gejolak yang terjadi secara global di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang hadir dalam rapat Paripurna di DPR.

Agenda rapat kali ini yaitu tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi atas kerangka-kerangka ekonomi makro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran (TA) 2020

"Berikut ini kami sampaikan tanggapan dan jawaban Pemerintah atas pandangan Fraksi-Fraksi DPR RI Kami baru saja kembali dari pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara G-20 di Fukuoka, Jepang, di mana kondisi terkini perekonomian global masih dipenuhi tantangan dan ketidakpastian akibat eskalasi perang dagang, persaingan geopolitik, dan fluktuasi harga komoditas," kata dia, di ruang rapat paripurna Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/6).

Dia mengungkapkan, kondisi tersebut menyebabkan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, pelemahan investasi, dan perdagangan global. "Pertumbuhan ekonomi dunia dipangkas 0,3 persen menjadi hanya 2,6 persen menurut Bank Dunia, 3,3 persen menurut IMF, dan 3,2 persen menurut OECD," ungkapnya.

Sementara itu, pertumbuhan perdagangan global hanya mencapai 2,6 persen merupakan yang terendah sejak krisis keuangan global. Tekanan global, lanjutnya, menyebabkan kinerja ekspor Indonesia mengalami perlambatan.

Kendati demikian dia meyakinkan semua pihak bahwa kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan baik-baik saja.

"Namun perekonomian Indonesia tetap mampu menunjukkan ketahanannya dengan pertumbuhan di atas 5,07 persen didukung oleh permintaan domestik yang tetap terjaga dan kebijakan makro ekonomi fiskal dan moneter yang prudent dan sustainable namun supportive terhadap ekonomi," ujarnya.

Dia memaparkan bukti lainnya adalah Lembaga pemeringkat utang internasional S&P pada 20 bulan Mei lalu menaikkan peringkat (rating) utang Indonesia satu tingkat menjadi BBB dengan outlook stabil.

"Capaian reformasi ekonomi yang telah dijalankan selama ini juga membawa perbaikan peringkat daya saing, yang berdasarkan penilaian IMD World Competitiveness Yearbook (WCY), peringkat daya saing Indonesia naik 11 peringkat dari peringkat 43 di tahun 2018 menjadi peringkat 32 dunia pada tahun 2019," ujarnya.

Dia juga menegaskan pemerintah akan terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi ketidakpastian global yang meningkat dan terus fokus memperbaiki daya kompetisi dan produktivitas ekonomi Indonesia melalui kebijakan investasi, perdagangan dan pembangunan infrastruktur serta perbaikan kualitas sumber daya manusia.

"Reformasi struktural dan kebijakan ekonomi untuk memacu investasi dan ekspor akan menjadi perhatian utama," tutupnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini