'Silicon Valley' Yogya segera diresmikan Jokowi, diharap serap puluhan ribu pekerja

Kamis, 22 Februari 2018 10:49 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
'Silicon Valley' Yogya segera diresmikan Jokowi, diharap serap puluhan ribu pekerja Silicon Valley. © Solarfeeds.com

Merdeka.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta tengah menyiapkan dua kawasan industri yang menyerupai 'Silicon Valley' di Piyungan, Kabupaten Bantul dan Sentolo, Kulon Progo. Saat terealisasi nanti diharapkan kawasan ini mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

"Saya yakin puluhan ribu tenaga kerja kalau benar-benar full, tapi ini khan bertahap," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Tri Saktiyana, seperti dikutip dari Antara di Yogyakarta, Kamis (22/2).

Menurut Tri, berbagai produk seperti kerajinan, fesyen, animasi, hingga permainan (game) pada dua kawasan industri itu, diarahkan untuk menembus pasar ekspor dengan menerapkan prinsip fair trade atau perdagangan yang berkeadilan.

"Perdagangan yang fair itu mulai bahan bakunya berupa kayu harus bukan berasal dari hutan lindung, tetapi hutan industri," kata dia.

Proses produksi di kawasan industri yang dirancang untuk mengimplementasikan program Kemudahan Langsung Investasi Konstruksi atau "KLIK" tersebut, kata dia, dipastikan akan melibatkan masyarakat setempat.

"Harus ada keterkaitan dengan masyarakat sekitar, seperti membuat produk kerajinan. Pemotongan kayu bisa di kawasan industri, tetapi merangkainya bisa di rumah masing-masing," kata dia lagi.

Dia meyakini potensi perputaran uang di kawasan industri yang akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2018 itu mampu mencapai triliunan Rupiah per tahun.

Sebelumnya, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Budi Wibowo mengatakan luas lahan yang disiapkan untuk kawasan industri di Piyungan mencapai 335 hektare, sedangkan di Sentolo memiliki luas 50 hektare.

Kawasan itu diyakini mampu menyerupai Silicon Valley yang ada di California, Amerika Serikat yang akan menjadi pusat industri kreatif seperti fesyen, kuliner, kerajinan, animasi, dan game.

Apalagi, menurut dia, akan didukung dengan ketersediaan SDM yang potensial di DIY, khususnya dalam bidang industri kreatif.

"Indeks pembangunan manusia di DIY tertinggi kedua di Indonesia. Dengan SDM yang luar biasa bisa diarahkan ke arah sana seperti perfilman, animasi, dan lainnya, sehingga luar biasa jika bisa dikemas," kata dia.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini