Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi pertanyaan publik soal peluang penurunan harga Pertamax dan harga BBM non-subsidi lainnya. Ia menekankan bahwa pergerakan harganya mengikuti dinamika minyak mentah global yang sangat fluktuatif.
Bahlil mengibaratkan volatilitas harga minyak dunia seperti orang yang sedang sakit malaria karena berubah cepat, berfluktuasi dari sekitar US$ 90 hingga US$ 106 per barel. Menurutnya, BBM RON 92, 95, dan 98 dikonsumsi kelompok mampu sehingga penetapan harganya mengikuti mekanisme pasar.
"Enggak mungkin kita mau subsidi orang yang mampu. Orang yang seperti saya, orang yang seperti pengusaha. Masa minyak mau pakai BBM RON 95, 98, mau disubsidi oleh negara? Karena itu kita impor. Saya itu hanya bisa menjaga BBM yang bersubsidi untuk saudara-saudara kita yang menengah ke bawah," ujar Bahlil dalam acara Bicara Bersama Retno Pinasti, Minggu (11/10/2026).
Advertisement
Menjaga Harga BBM Subsidi di Tengah Lonjakan Minyak
Mengenai BBM bersubsidi, Bahlil menyebut pemerintah menghadapi tantangan besar untuk menjaga kestabilan harga di tengah lonjakan minyak dunia. Dalam asumsi APBN 2026, patokan harga minyak dipasang sekitar US$ 70 per barel.
Namun realisasi rata-rata sejak awal tahun berkisar US$ 90 hingga US$ 92 per barel, dan sempat melampaui kisaran itu.
Sejumlah pakar dan mantan pejabat mengusulkan agar harga BBM bersubsidi dilepas ke pasar untuk mengurangi beban APBN. Bahlil menolak usulan itu demi melindungi kelompok miskin. "Saya kan mantan orang miskin, yang pernah tahu sakitnya, gak mungkin saya akan membuat kebijakan itu selama masih bisa kita tahan," tegasnya.
Advertisement
Jeda Teknis Penyesuaian Harga di SPBU
Menjawab pertanyaan publik soal kecepatan penurunan harga saat minyak dunia melemah, Bahlil menjelaskan adanya jeda waktu teknis (lag time) dalam rantai pasok. Penyesuaian harga di SPBU tidak terjadi pada hari yang sama ketika harga minyak mentah bergerak.
Menurut Bahlil, perubahan harga membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu sebelum terefleksi di pompa.
Ia meminta masyarakat bersikap bijak dan memahami proses tersebut secara utuh, mengingat saat harga minyak dunia melonjak pun, pemerintah dan penyedia layanan tidak langsung menaikkan harga di SPBU pada hari yang sama.