Setelah Puluhan Tahun Menanti, Akhirnya Ratusan KK Nikmati Penerangan Listrik Potowayburu Mimika

Ratusan kepala keluarga di Potowayburu, Mimika, akhirnya merasakan terang setelah puluhan tahun menanti. Peresmian Penerangan Listrik Potowayburu ini membawa harapan baru bagi warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Setelah Puluhan Tahun Menanti, Akhirnya Ratusan KK Nikmati Penerangan Listrik Potowayburu Mimika
Ratusan kepala keluarga di Potowayburu, Mimika, akhirnya merasakan terang setelah puluhan tahun menanti. Peresmian Penerangan Listrik Potowayburu ini membawa harapan baru bagi warga. (AntaraNews)

Setelah menanti selama puluhan tahun, ratusan kepala keluarga di Kampung Potowayburu, ibu kota Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya dapat menikmati akses penerangan listrik. Peresmian fasilitas ini menjadi tonggak sejarah penting bagi masyarakat setempat yang selama ini hidup dalam kegelapan. Momen bersejarah ini menandai berakhirnya penantian panjang warga akan kebutuhan dasar energi.

Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Potowayburu diresmikan langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong pada Sabtu siang. Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Dandim 1710 Mimika Letkol Inf M Slamet Wijaya serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Mimika. Kehadiran para pejabat tinggi daerah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.

Jaringan PLTD dibangun oleh PT PLN (Persero) UP3 Timika untuk melayani rumah-rumah di sekitar perkantoran Distrik Mimika Barat Jauh, sementara PLTS melayani warga di Kampung Potowayburu yang terpisah sungai. Selain listrik, warga juga kini menikmati fasilitas air bersih yang disalurkan melalui pipa langsung dari hulu pegunungan. Inisiatif ini secara komprehensif menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terpencil.

Komitmen Pemda untuk Pemerataan Pembangunan

Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah di Potowayburu merupakan bentuk komitmen kuat dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. "Ini sesuai visi-misi kami. Mimika harus terang di semua distrik. Pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kota, tetapi harus merata hingga wilayah pesisir, pegunungan, dan pedalaman," ujar mantan Wabup Mimika periode 2019-2024 itu. Visi ini menjadi landasan utama bagi setiap program pembangunan yang dijalankan.

Penyediaan fasilitas Penerangan Listrik Potowayburu dan kampung-kampung lain di Mimika merupakan bagian integral dari visi dan misi pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk menghadirkan terang di seluruh wilayah Mimika tanpa terkecuali, menjangkau setiap sudut daerah. Pemerataan akses energi ini diharapkan dapat menjadi pendorong kemajuan di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

John Rettob menambahkan bahwa tersedianya sarana penerangan listrik di kampung-kampung akan memberikan dampak positif yang signifikan. "Dengan adanya penerangan, anak-anak bisa belajar pada malam hari, pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal, dan aktivitas ekonomi warga dapat berkembang," jelasnya. Listrik bukan hanya penerangan, melainkan juga katalisator perubahan sosial dan ekonomi.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Mimika ini juga menyatakan bahwa jajarannya akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jaringan listrik. Pemerintah tidak akan berhenti pada Penerangan Listrik Potowayburu saja, melainkan akan terus mendorong agar seluruh masyarakat Mimika dapat merasakan pemerataan pembangunan. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menuntaskan masalah ketimpangan infrastruktur.

Sukacita Warga dan Tantangan Geografis

Peresmian Penerangan Listrik Potowayburu disambut dengan sukacita yang luar biasa oleh warga setempat. Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian pemerintah. "Selama ini kami hidup dalam gelap. Hari ini kampung kami terang, dan ini menjadi sejarah bagi kami. Terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Ibu Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK serta seluruh OPD yang sudah memperjuangkan listrik untuk kampung kami," ungkapnya. Cahaya listrik ini bukan hanya menerangi rumah, tetapi juga hati mereka.

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus R Kukuareyau, turut menyampaikan rasa syukur atas perhatian Pemkab Mimika. "Tanah ini menjadi berkat bagi orang Mimika Barat Jauh, khususnya bagi empat kampung di wilayah ini. Terima kasih untuk bapak berdua yang sudah datang kunjungi masyarakat. Sekarang air sudah mengalir dan listrik sudah menyala. Kami doakan semoga tanah Inaka ini terus menyala," kata Everardus. Doa dan harapan warga ini menjadi motivasi bagi pemerintah.

Potowayburu dan Distrik Mimika Barat Jauh dikenal sebagai wilayah yang sangat terpencil dan jauh dari ibu kota Kabupaten Mimika, Timika. Wilayah ini terletak di ujung barat dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Akses menuju lokasi ini hanya dapat ditempuh melalui sarana transportasi udara dan laut, menunjukkan betapa sulitnya tantangan geografis yang dihadapi.

Meskipun demikian, komitmen pemerintah daerah untuk membawa Penerangan Listrik Potowayburu dan fasilitas dasar lainnya ke wilayah terpencil ini tetap kuat. Perluasan jaringan listrik ke kampung-kampung lain yang belum terlayani akan terus menjadi prioritas. Ini adalah langkah nyata menuju Indonesia yang lebih adil dan merata dalam pembangunan infrastruktur dasar.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi