Gapeka 2026: Perjalanan Hingga Jadwal Kereta Api Berubah Mulai Desember 2026

Mulai Desember, Gapeka 2026 berlaku. Jadwal dan pola perjalanan KA jarak jauh berubah, termasuk tambahan stasiun. KAI imbau cek tiket lewat Access by KAI.

Arief Rahman Hakim
Oleh Arief Rahman Hakim- Reporter
Gapeka 2026: Perjalanan Hingga Jadwal Kereta Api Berubah Mulai Desember 2026
<p>Tiket Mudik Lebaran Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) untuk keberangkatan H-10 pada momen lebaran1444 H per hari ini 26 Februari 2023 sudah dapat dipesan melalui aplikasi KAI Access, web kai.id, serta seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya. (Dok. KAI)</p>

Pola perjalanan dan jadwal kereta api jarak jauh akan berubah mulai Desember 2026 seiring pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Menjelang masa tersebut, KAI telah membuka pemesanan tiket untuk keberangkatan 1 Desember 2026.

Penyesuaian mencakup jadwal keberangkatan, pola perjalanan, hingga penambahan stasiun pemberhentian pada relasi tertentu.

"Melalui GAPEKA 2026, KAI menyesuaikan pola perjalanan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk penambahan stasiun pemberhentian pada sejumlah layanan," kata VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Anne menyebut penambahan titik pemberhentian akan memudahkan penumpang. "Pelanggan memiliki lebih banyak pilihan untuk naik dan turun di stasiun yang lebih dekat dengan tempat tinggal atau tujuan perjalanannya," ujar Anne.

Ia juga mengimbau calon penumpang memperhatikan detail perjalanan sebelum berangkat. "Kami mengimbau pelanggan untuk memeriksa kembali jadwal keberangkatan dan kedatangan, tanggal perjalanan, serta stasiun asal dan tujuan melalui Access by KAI. Pastikan seluruh informasi pada tiket sudah sesuai sebelum berangkat," ujar Anne.

Portal Otomatis di 1.404 Perlintasan Sebidang

Kereta Api Indonesia
Tips Perjalanan Naik KA Kedungsepur. (Gambar: Salman Rameli/Unsplash)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pemasangan portal otomatis di 1.404 jalan perlintasan langsung (JPL) hingga 2027. Program beranggaran Rp 1,1 triliun ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat dan meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan pemasangan terus berjalan di sejumlah titik. "Target kami itu di tahun 2027 itu 1.404 JPL ( jalan perlintasan langsung) ini akan dipasang portal otomatis semua," kata Bobby Rasyidin dikutip dari Antara, Kamis (24/9/2026).

Menurut Bobby, program tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keamanan pengguna jalan dan kelancaran perjalanan kereta api. KAI telah menyiapkan pembiayaan untuk melaksanakan instruksi itu di seluruh JPL yang ditargetkan. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah, di mana ini sudah dianggarkan nilainya Rp1,1 triliun untuk pemasangan portal otomatis di 1.404 JPL," ujarnya.

Bobby menambahkan, pekerjaan masih berlangsung di berbagai lokasi. Dalam waktu dekat, 190 JPL akan mulai dioperasikan setelah proses sosialisasi kepada masyarakat sekitar rampung.

Sosialisasi ke Penjaga Swadaya

Pelaksanaan program portal otomatis menghadapi tantangan, terutama di perlintasan yang selama ini dijaga warga secara swadaya. KAI menyatakan terus melakukan pendekatan dan sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya pembenahan infrastruktur keselamatan di perlintasan sebidang.

"Terus terang hambatannya itu masyarakatnya, terutama JPL ini yang dioperasikan dari swadaya karena mereka memungut (uang) ketika ada yang melintas dan ini terus kami sosialisasikan," katanya menambahkan.

KAI berharap pemasangan portal otomatis dapat meningkatkan keamanan di perlintasan sebidang dan menekan angka kecelakaan yang melibatkan perjalanan kereta api serta pengguna jalan.

Rekomendasi