Amankan Pasokan Energi, PLN Energi Gas Perketat Standar Migas

Mengelola infrastruktur gas bumi berisiko tinggi, PLN Energi Gas perketat standar keselamatan migas demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Amankan Pasokan Energi, PLN Energi Gas Perketat Standar Migas
<p>SKK Migas menginstruksikan Energi Equity Epic Sengkang (EEES) mengalirkan pasokan gas dari Wilayah Kerja (WK) Sengkang ke PLN sejak 21 Maret 2023.(Dok SKK Migas)</p>

Di balik keandalan pasokan listrik dan energi nasional, terdapat jaringan infrastruktur gas bumi berisiko tinggi (high risk) yang menuntut tingkat presisi serta pengawasan ekstra ketat. Mengelola fasilitas vital, mulai dari Gas Station Tanjung Batu, fasilitas Regasifikasi LNG Tarakan, hingga proyek strategis Additional Pipeline Bali membuat PT PLN Energi Gas harus memastikan seluruh rantai operasinya steril dari potensi kecelakaan kerja.

Merespons potensi risiko operasional yang tinggi tersebut, anak usaha PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) ini memperketat standar pengamanan aset negara lewat penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM).Langkah pengetatan ini difokuskan pada penguatan budaya kerja bersasaran Zero Harm, Zero Loss di seluruh unit operasional.

Direktur Operasi PLN Energi Gas, Mohammad Faradhy, menegaskan bahwa keselamatan kerja di sektor gas bukan sekadar formalitas kepatuhan regulasi, melainkan fondasi utama agar penyaluran energi ke masyarakat tidak terputus.

"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional PLN Energi Gas. Melalui penguatan standar ini, kami ingin memastikan seluruh insan perusahaan—baik di kantor pusat maupun lapangan memiliki kesadaran yang sama dalam mengidentifikasi bahaya dan mengelola risiko. Keselamatan harus menjadi budaya," tegas Faradhy dikutip Jumat (30/10).

Menekan Risiko di Aset Vital Strategis

 

Penguatan kompetensi keselamatan migas ini membentang dari fungsi pengelola keselamatan, tim konstruksi, hingga garda terdepan di lapangan, seperti tim Unit Pengendalian Operasi dan Pemeliharaan (UPOP) serta O&M CNG Duri.

Praktisi keselamatan kerja dari PT KMI, Dr. Waluyo, menyebut bahwa pencegahan kegagalan operasi pada industri gas memerlukan mitigasi risiko yang nyata dan terukur di lapangan, bukan sekadar pemenuhan dokumen di atas kertas.

"Sistem Manajemen Keselamatan Migas bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif. Hal terpenting adalah bagaimana perusahaan membangun sistem kerja yang mampu mencegah terjadinya kecelakaan operasional dan meminimalkan risiko secara nyata di lingkungan kerja," papar Waluyo.

Melalui standardisasi keselamatan terintegrasi di seluruh unit dari Sumatra hingga Bali, PLN Energi Gas optimistis dapat menjaga keandalan pasokan gas bumi nasional secara aman, efisien, dan bebas gangguan operasional.

Rekomendasi