Bahlil Lahadalia Ultimatum KKKS, Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak

Bahlil Lahadalia memperingatkan KKKS agar segera mengeksekusi proyek migas yang sudah ber-POD. Jika tak sanggup, ia minta konsesi dikembalikan.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian- Reporter
Bahlil Lahadalia Ultimatum KKKS, Segera Eksekusi Proyek Migas Mangkrak
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi peringatan keras kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar segera mengeksekusi pengembangan lapangan minyak dan gas bumi yang sudah mengantongi persetujuan Plan of Development (POD).

Pemerintah, kata dia, membutuhkan percepatan investasi untuk mendongkrak angka lifting minyak nasional di tengah lonjakan kebutuhan energi dalam negeri. Ia menegaskan proyek yang sudah berizin tidak boleh kembali tertunda.

"Kalau kita di timur ini ngomong bisa dua kali, seperti ada lagu, jangan sampai tiga kali. Kalau sudah tiga kali, selesailah kau," ujar Bahlil dalam Forum Eksekutif Hulu Migas (FOREK) 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Ia meminta kontraktor yang tidak sanggup menggarap proyek bersikap kooperatif dengan mengembalikan konsesi kepada negara. "Kalau tidak mampu, serahkan konsesi itu kepada negara. Nanti kita akan menawarkan kepada siapa yang bisa mengerjakan, termasuk Pertamina," kata Bahlil.

Produksi 600 Ribu Barel vs Konsumsi 1,6 Juta Barel

Langkah tegas ini diambil karena ketimpangan antara produksi dan konsumsi domestik masih sangat lebar. Pada 2025, produksi minyak Indonesia baru berada di kisaran 600.000 hingga 605.000 barel per hari, sementara konsumsi nasional sekitar 1,6 juta barel per hari.

Selain menggenjot proyek yang sudah berizin, Bahlil juga mendorong penggunaan teknologi canggih untuk mengoptimalkan kinerja sumur-sumur tua (mature fields).

Di saat bersamaan, pemerintah tengah memangkas regulasi perizinan dan mempercepat lelang blok migas baru demi menggairahkan iklim investasi hulu migas.

Kolaborasi erat antara pemerintah dan KKKS menjadi kunci memacu produksi nasional, sekaligus menyokong target swasembada energi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Rekomendasi