Bank Indonesia (BI) membeberkan alasan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM), tetapi malah menaikkan Deposit Facility (DF). Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI, Firman Mochtar menjelaskan bahwa kebijakan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengharmonisasikan antara kebijakan dengan sasaran operasional di pasar uang, agar tujuan akhir kepada inflasi tercapai melalui pertumbuhan ekonomi.
"Mengapa sih tiba-tiba kita menurunkan GWM, Tapi menaikkan DF? Itu adalah bagian kita untuk me-synchronize, mengharmonisasikan antara policy-nya kita, kepada kondisi sasaran operasional di pasar uang, yang kemudian akan berdampak, kepada sasaran akhir kita, inflasi, melalui pertumbuhan ekonomi," ungkap Firman dalam Taklimat Media di Gedung Bank Indonesia, Jumat (23/10/2026).
Firman menjelaskan, bahwa langkah tersebut merupakan bentuk penguatan, dalam strategi operasi moneter. Penyesuaian ini dipersiapkan sebagai bantalan (buffer), untuk memastikan mekanisme transmisi moneter berjalan lebih efektif dan efisien, terutama di tengah potensi berlanjutnya tekanan ketidakpastian global.
"Pada saat operasi moneternya sudah efisien, transmisinya efektif, akhirnya kita memang akan siap. Bilamana memang tekanan global masih berlanjut, ya kita bereskan dulu sekarang, timingnya sekarang menjadi buffer, agar nanti ke depan kita menjadi efisien," jelasnya.
Advertisement
Strategi Insentif Dipakai Guna Jaga Stabilitas Rupiah
Sejalan dengan langkah tersebut, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen. Pertimbangan ini didasari keyakinan bahwa laju inflasi ke depan tetap terkendali dan berada di dalam rentang sasaran proyeksi.
Meski suku bunga acuan dipertahankan, BI tetap mencermati volatilitas nilai tukar rupiah akibat dinamika pasar keuangan global. Untuk menjaga stabilitas rupiah dan menarik arus modal asing, BI mengandalkan strategi insentif dan bukan menggunakan instrumen kenaikan suku bunga acuan.
"Tapi insentif ini kawan-kawan, bukan menjadi substitusi untuk beririt, dia hanya berguna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," tegas Firman.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380717/original/027202800_1792734449-IMG_9846.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381017/original/091432200_1792749282-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_13.49.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380889/original/028112900_1792742591-IMG_9852.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380969/original/038457000_1792746066-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_12.48.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378268/original/048579200_1792495109-KMP_Batu_Mandi_terbakar_di_perairan_Merak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298937/original/083194800_1784187585-IMG_1980.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)