Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk melonggarkan keran likuiditas perbankan dengan memangkas aturan Giro Wajib Minimum (GWM) hingga 2 persen.
Lewat kebijakan ini, dana segar sekitar Rp190 triliun bakal mengalir ke sistem perbankan nasional. Harapannya, bank punya amunisi dana lebih banyak untuk disalurkan menjadi kredit ke masyarakat dan dunia usaha.
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti menegaskan, langkah ini sengaja diambil demi menjaga mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tetap bertenaga di tengah gejolak global.
"Penurunan GWM hingga 2 persen ini artinya akan ada tambahan likuiditas hitungan kami sekitar 190-an triliun rupiah. Kita berusaha mengoptimalkan semua kebijakan, stabilitas tentu yang utama, tapi ada momentum pertumbuhan yang harus terus kita dorong," ungkap Destry dalam konferensi pers di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Advertisement
Pangkas Aturan Simpanan Wajib Bank Bertahap
GWM sendiri merupakan jumlah dana cadangan wajib yang wajib dititipkan bank di bank sentral. Jika persentase kewajiban ini diturunkan, artinya dana simpanan yang 'menganggur’ bisa kembali ditarik oleh bank untuk diputar membiayai sektor produktif.
BI mengatur pemangkasan cadangan wajib ini berlangsung santai dan bertahap dalam dua fase:
- Bank Konvensional: Kewajiban cadangan turun dari 9 persen menjadi 7 persen. Tahap awal dipangkas 1 persen mulai 1 November 2026, lalu dipangkas lagi 1 persen pada 1 Desember 2026.
- Bank Syariah: Kewajiban cadangan dipangkas dari 7,5 persen menjadi 5,5 persen. Sama halnya, penurunan dibagi dua tahap masing-masing 1 persen per 1 November dan 1 Desember 2026.
Selain memangkas simpanan cadangan, BI juga menyesuaikan kebijakan insentif likuiditas perbankan (KLM) agar penyaluran kredit perbankan benar-benar menyasar sektor-sektor prioritas yang menyerap banyak tenaga kerja.
Advertisement
Jaga Nilai Tukar Rupiah, Suka Bunga Acuan BI Rate Tetap
Guyuran dana ratusan triliun ini berjalan beriringan dengan keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75 persen. Di saat yang sama, suku bunga penitipan dana simpanan bank (Deposit Facility) dinaikkan menjadi 5 persen.
Kombinasi 'gas dan rem' ini sengaja diracik, dengan BI yang ingin memastikan pasokan kredit perbankan melimpah ruah, namun stabilitas nilai tukar Rupiah dan harga-harga kebutuhan pokok di pasar tetap terjaga aman dari ancaman inflasi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379009/original/080533200_1792571114-IMG_9578.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379245/original/036887900_1792582331-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_18.15.44.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378803/original/036411500_1792563844-menkes.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379219/original/092080600_1792578392-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_16.35.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377946/original/011859000_1792483385-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_13.39.43__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379078/original/075085100_1792573926-IMG_9581.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4843043/original/047427000_1716719120-9a24a31a-50a7-45da-8d2e-e2647a68269d.jpeg)