Direktur Vale Indonesia Budiawansyah Mundur, Ini Respons Perseroan

Vale Indonesia menerima pengunduran diri Budiawansyah dari kursi direksi. Manajemen menjelaskan dampaknya dan memaparkan capaian produksi terkini.

Arief Rahman H
Oleh Arief Rahman H - Reporter
Direktur Vale Indonesia Budiawansyah Mundur, Ini Respons Perseroan
PLTA Balambano telah mendukung proses transisi energi dari PT Vale Indonesia dimana dapat mengurangi penggunaan tenaga fosil pada aktivitas tambang. (Dok. PT Vale Indonesia)

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menerima pengunduran diri Budiawansyah dari posisi Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer. Perseroan menyebut aktivitas operasional tetap berjalan normal.

Corporate Secretary Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman, menyampaikan pengunduran diri tersebut diajukan atas alasan pribadi dan keluarga.

"Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Budiawansyah pada 20 Agustus 2026. Permohonan ini akan diajukan untuk mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang," ujar Ranty dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (22/8/2026).

Ranty menegaskan, pengunduran diri tersebut tidak berdampak negatif terhadap operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Produksi Nikel Matte Vale Indonesia Naik di Kuartal II 2026

Mengacu Keterbukaan Informasi BEI, Kamis (30/7/2026), produksi nikel dalam matte Vale Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 16.153 metrik ton, naik 19% dibanding kuartal I 2026 yang sebesar 13.260 ton.

Secara akumulatif, total produksi semester I 2026 tercatat 29.773 ton. Pada periode yang sama tahun lalu, produksi mencapai 35.584 ton.

Manajemen menyebut kinerja operasional menguat setelah proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3 rampung pada Juni 2026, dengan tetap memprioritaskan keselamatan kerja. Perseroan optimistis tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target produksi tahunan.

Lonjakan Penjualan Bijih dari Bahodopi dan Pomalaa

Pada kuartal II 2026, Blok Bahodopi membukukan penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,07 juta wet metric ton (wmt), meningkat dari 886 ribu wmt pada kuartal sebelumnya. Total penjualan semester I 2026 mencapai 1,96 juta wmt.

Blok Pomalaa mencatat lonjakan tajam penjualan bijih nikel menjadi 1,26 juta wmt pada kuartal II 2026, dibandingkan 89 ribu wmt pada kuartal I 2026. Secara kumulatif, penjualan semester I 2026 mencapai 1,35 juta wmt.

Selain nikel matte, Vale Indonesia memperkuat fondasi pertumbuhan melalui pengoperasian tiga hub pertambangan di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Ekspansi strategis ini mendorong peningkatan volume produksi dan penjualan bijih nikel.

Rekomendasi