Upaya Pupuk Kaltim Kembangkan Pelabuhan Konsep Green Port, Termasuk Transformasi Digital

Salah satu fokus utama yaitu pemanfaatan energi terbarukan di area terminal khusus sekaligus pengembangan ekosistem energi bersih di kawasan perusahaan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Upaya Pupuk Kaltim Kembangkan Pelabuhan Konsep Green Port, Termasuk Transformasi Digital
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) secara konsisten menerapkan beragam inovasi untuk memastikan keberlanjutan, mulai dari efisiensi produksi, pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat, hingga pelestarian lingkungan. Inisiatif-inisiatif tersebut sejalan dengan salah satu fokus utama perusahaan, yaitu program dekorbanisasi yang telah dicanangkan dalam dua etape. (Dok. Pupuk Kaltim)

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengembangkan pelabuhan di Terminal Khusus Pupuk Kaltim yang mengacu pada konsep Green Port sejak 2018. Perusahaan menjalan kanberbagai langkah strategis untuk mendukung transisi energi sekaligus menekan dampak lingkungan dari aktivitas operasional pelabuhan.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, mengatakan, salah satu fokus utama yaitu pemanfaatan energi terbarukan di area terminal khusus sekaligus pengembangan ekosistem energi bersih di kawasan perusahaan. Pupuk Kaltim juga memperkuat pengelolaan lingkungan melalui program konservasi hingga pelestarian keanekaragaman hayati dalam implementasi Green Port.

Saat ini Pupuk Kaltim mengembangkan area konservasi rusa sambar, menjalankan program pelestarian terumbu karang, serta menjaga keberadaan flora endemik Anggrek Hitam yang menjadi ikon konservasi perusahaan. Selain itu, kawasan operasional pelabuhan juga didukung ruang terbuka hijau, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat sekaligus mendukung keseimbangan ekosistem di sekitar area industri.

"Inisiatif ini juga bagian dari dukungan terhadap program direktif Presiden RI Prabowo Subianto, melalui Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dalam memperkuat daya saing logistik nasional, khususnya di sektor pangan," ucpa Rafli di Jakarta, Kamis (16/7).

Dia menjelaskan, keberhasilan Green Port harus berjalan beriringan dengan transformasi digital, agar mampu memberikan pelayanan yang semakin cepat, transparan, dan andal. Untuk itu Pupuk Kaltim turut mengembangkan konsep Smart Port, melalui digitalisasi proses bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi secara menyeluruh.

Salah satunya melalui inovasi iPortlog, sebuah aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan operasional pelabuhan. Lewat aplikasi ini, seluruh proses pelayanan kapal dapat dipantau secara real time, mulai dari aktivitas bongkar muat, pemanfaatan fasilitas pelabuhan, hingga berbagai indikator kinerja operasional dan pengapalan.

Dashboard monitoring yang terintegrasi juga memungkinkan manajemen memperoleh data operasional secara cepat dan akurat, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih efektif, sekaligus meningkatkan koordinasi antar unit kerja.

"Melalui integrasi sistem seperti iPortlog, kami mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kapal, mempercepat proses bisnis, sekaligus memastikan seluruh aktivitas operasional berlangsung dengan lebih transparan," jelas Rafli.

 

Kedepankan Aspek Keselamatan

Seluruh transformasi tersebut tetap menempatkan aspek keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama. Pupuk Kaltim secara konsisten menerapkan standar keselamatan internasional, pengelolaan risiko yang sistematis, pelaksanaan latihan tanggap darurat secara berkala, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar seluruh aktivitas pelabuhan berjalan aman dan andal.

"Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus mempercepat transformasi Green and Smart Port guna mendukung efisiensi operasional, dekarbonisasi, dan digitalisasi. Kami memastikan Terminal Khusus Pupuk Kaltim tidak hanya menjadi pelabuhan kelas dunia, tapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing logistik nasional dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan," tambah Rafli.

Upaya dilakukan perusahaan berbuah manis ddngan meraih penghargaan Green and Smart Port - ASRI 2026, predikat Terbaik Bintang 5, dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Rafli mengatakan, penghargaan ini menjadi bukti transformasi yang dijalankan perusahaan beberapa tahun terakhir, mampu menghasilkan tata kelola pelabuhan yang tidak hanya efisien dari sisi operasional, tapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

"Penghargaan ini hasil dari komitmen seluruh insan Pupuk Kaltim dalam membangun pelabuhan yang modern, aman, efisien, dan berkelanjutan. Kami meyakini, daya saing industri tidak hanya ditentukan kapasitas produksi, tapi juga kemampuan mengelola operasional secara bertanggung jawab melalui prinsip Environment, Social, and Governance (ESG),” ujar Rafli.

Rekomendasi