Elon Musk marah setelah banyak perusahaan besar menarik iklan di platform X.
Platform media sosial X menghadapi kemungkinan semakin banyak pengiklan yang akan meninggalkan platform tersebut usai Elon Musk marah-marah.
Elon Musk sebagi pemilik X marah-marah setelah perusahaan besar seperti Walt Disney, Warner Bros dan Discovery dan beberapa lainnya menarik iklan mereka lantaran Musk mendukung gerakan antisemit.
Advertisement
Advertisement
Menurut pake pengiklan, sikap Musk itu malah menyebabkan lebih banyak lagi perusahaan yang akan meninggalkan X.
"Perusahaan perlu melindungi merek tempat mereka bekerja," kata pendiri konsultan pemasaran AJL Advisory, Lou Paskalis dikutio dari Reuters, Minggu (3/12).
Dalam sebuah memo karyawan internal X, yang dilihat oleh Reuters, Kepala Eksekutif X Linda Yaccarino mengatakan wawancara Musk terus terang dan mmendala, sehingga hal itu endorong staf untuk menontonnya.
Dia menegaskan kembali bahwa misi X adalah menjadi platform terbuka tanpa sensor. "Prinsip-prinsip kami tidak ada harganya, dan tidak akan pernah bisa dikompromikan," ujar Linda.
Advertisement
Dia mengakui bahwa boikot yang berkepanjangan oleh pengiklan dapat membuat X bangkrut. Kendati begitu, ia meyakini bahwa masyarakatlah yang akan menyalahkan merek tersebut dan bukan dirinya atas potensi kebangkrutannya.
Alih-alih menyalahkan merek atau pengiklan, justru analis Insider Intelligence Jasmine Enberg membantah dan mengatakan jika ada yang membunuh X, itu adalah Elon Musk bukan pengiklan.
"Jika X runtuh, otopsi akan mengungkap serangkaian keputusan kebijakan platform, pengurangan staf, tweet, dan komentar antagonis Musk yang telah menghilangkan sumber pendapatan utama X," kata Enberg.
Advertisement
Merdeka.com