Direktur Pengadaan Perum Bulog Tekankan Pentingnya Kualitas Gabah untuk Swasembada Pangan Nasional

Perum Bulog meminta petani dan mitra penggilingan di Sulawesi Tengah menjaga kualitas gabah demi mendukung percepatan penyerapan dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, dengan fokus pada Kualitas Gabah Bulog yang optimal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Direktur Pengadaan Perum Bulog Tekankan Pentingnya Kualitas Gabah untuk Swasembada Pangan Nasional
Perum Bulog meminta petani dan mitra penggilingan di Sulawesi Tengah menjaga kualitas gabah demi mendukung percepatan penyerapan dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, dengan fokus pada Kualitas Gabah Bulog yang optimal. (AntaraNews)

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, secara langsung meminta petani dan mitra penggilingan di Sulawesi Tengah untuk terus mempertahankan kualitas gabah. Permintaan ini menjadi bagian penting dari upaya konsisten dalam penyerapan gabah di wilayah tersebut.

Langkah ini diambil untuk mendukung percepatan penyerapan beras secara besar-besaran, yang merupakan kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Prihasto menekankan peran strategis petani dan mitra penggilingan dalam mencapai tujuan tersebut.

Dalam kunjungannya di Desa Sienjo, Kabupaten Parigi Moutong, Prihasto juga menyosialisasikan arahan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai swasembada pangan berkelanjutan. Fokusnya adalah aksi nyata penyerapan pangan di seluruh pelosok negeri.

Peran Strategis Petani dan Peningkatan Kualitas Gabah

Prihasto Setyanto memuji kualitas gabah yang dihasilkan di Desa Sienjo, Parigi Moutong, menunjukkan potensi besar daerah tersebut. Meski demikian, ia juga memberikan masukan agar penggilingan padi dapat meningkatkan metode teknis mereka.

Peningkatan metode ini bertujuan untuk menghasilkan gabah dengan kualitas yang lebih unggul, yang krusial bagi ketahanan pangan. Kunjungan ini diharapkan dapat memicu semangat para petani untuk terus meningkatkan produksi dan produktivitas hasil panen mereka.

Perum Bulog berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan akselerasi penyerapan hasil produksi petani. Komitmen ini diwujudkan dengan menyisir daerah-daerah penghasil padi utama di seluruh Indonesia.

Target Nasional dan Komitmen Penyerapan Bulog

Pemerintah Indonesia telah menetapkan target serapan gabah nasional sebanyak 4 juta ton setara beras pada tahun 2026. Perum Bulog, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas logistik pangan, diinstruksikan untuk bergerak cepat merealisasikan target tersebut.

Instruksi ini diteruskan kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog di setiap provinsi agar segera merealisasikan target tersebut. Prihasto secara tegas meminta Bulog Kanwil Sulteng untuk masif dalam melakukan pengadaan.

Wilayah-wilayah sentra produksi padi harus dimasuki secara aktif, karena setiap daerah telah diberikan target penyerapan yang spesifik. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mencapai swasembada pangan melalui Kualitas Gabah Bulog yang terjaga.

Regulasi dan Prioritas Kualitas Gabah

Penyerapan pangan dengan mutu terbaik diatur secara jelas dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2025. Regulasi ini membahas Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah.

Inpres tersebut menekankan pentingnya serapan dengan mutu pangan yang baik agar cadangan beras pemerintah dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, kualitas gabah tetap menjadi prioritas utama dalam pengadaan bahan pangan.

Bulog juga meminta Kanwil Sulteng untuk secara proaktif mengedukasi petani mengenai waktu panen yang tepat. Memanen padi pada umur yang cukup sangat penting guna menjaga kualitas produksi gabah secara optimal.

Akselerasi Penyerapan Domestik di Sulawesi Tengah

Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Sulteng, Jusri, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan aksi nyata dengan kunjungan strategis ke sentra-sentra serapan. Ini merupakan bagian dari upaya mempercepat penyerapan domestik.

Kunjungan ke wilayah sentra dioptimalkan untuk membangun kedekatan antara petani dan Bulog, menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Petani diharapkan memiliki wadah untuk menjual hasil panen mereka.

Dengan demikian, petani dapat menjual gabah dengan harga yang relatif stabil, sesuai dengan ketetapan pemerintah. Ini memberikan kepastian bagi petani dan mendukung upaya Bulog dalam menjaga Kualitas Gabah Bulog serta ketahanan pangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi