Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Berlanjut Hingga April

Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng terus digulirkan pemerintah melalui Bapanas dan Bulog hingga April 2026, menjangkau jutaan keluarga untuk meringankan beban ekonomi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Berlanjut Hingga April
Bapanas menegaskan program bantuan pangan beras dan minyak goreng merupakan wujud kehadiran pemerintah meringankan beban ekonomi masyarakat, dengan target 33,2 juta keluarga penerima manfaat hingga April. (AntaraNews)

Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam meringankan beban ekonomi masyarakat melalui program bantuan pangan beras dan minyak goreng. Program strategis ini disalurkan kepada jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh penjuru negeri.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kehadiran negara. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah di tengah tantangan ekonomi.

Distribusi bantuan pangan yang melibatkan Perum Bulog ini telah berjalan sejak Februari dan Maret 2026. Pemerintah memastikan penyaluran akan terus dimaksimalkan hingga April 2026 untuk menjangkau seluruh target penerima.

Peran Bapanas dan Bulog dalam Penyaluran Bantuan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) berperan sentral dalam mengkoordinasikan program bantuan pangan beras dan minyak goreng ini. Bapanas memastikan bahwa pelaksanaan stimulus ekonomi kuartal pertama tahun 2026 berjalan lancar dan tepat sasaran.

I Gusti Ketut Astawa berharap Perum Bulog dapat terus memacu pendistribusian bantuan pangan kepada penerima di seluruh Indonesia. Bulog mengemban penugasan penting dari pemerintah untuk memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat.

Setiap bulan, keluarga penerima manfaat mendapatkan alokasi 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional dan daya beli masyarakat.

Realisasi dan Target Distribusi Nasional

Hingga 25 Maret 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng telah mencapai 382.529 penerima di 24 provinsi. Secara kuantitas, 7,65 juta kilogram beras dan 1,53 juta liter minyak goreng telah terdistribusikan ke masyarakat.

Ketut Astawa menekankan pentingnya percepatan distribusi oleh Bulog di bulan April. Tujuannya adalah agar seluruh target 33,2 juta keluarga penerima manfaat dapat merasakan bantuan stimulus ekonomi ini.

Pemerintah telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp11,92 triliun untuk program bantuan pangan ini. Anggaran tersebut dialokasikan untuk menyalurkan bantuan kepada 33.244.408 penerima di seluruh Indonesia.

Dasar Hukum dan Peningkatan Cakupan Penerima

Penugasan bantuan pangan beras dan minyak goreng periode Februari dan Maret didasarkan pada surat Kepala Bapanas nomor 204/TS.03.03/K/02/2026 tanggal 11 Februari. Surat ini menginstruksikan penyaluran dua bulan sekaligus setelah anggaran di DIPA Bapanas terbit.

Program ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) tahun 2026 yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Persetujuan Presiden Republik Indonesia terhadap stimulus ekonomi ini juga disampaikan melalui surat Menteri Sekretaris Negara.

Jumlah penerima bantuan pangan telah ditingkatkan secara drastis dari sebelumnya 18.277.083 menjadi 33.244.408 penerima. Peningkatan ini berimplikasi positif terhadap jumlah penerima di setiap provinsi, termasuk wilayah timur Indonesia.

Distribusi Merata ke Berbagai Wilayah Indonesia

Lima provinsi dengan jumlah penerima terbesar adalah Jawa Barat sejumlah 6.093.530 penerima, Jawa Timur dengan 5.638.478 penerima, dan Jawa Tengah dengan 5.071.126 penerima. Disusul Sumatera Utara dengan 1.756.846 penerima dan Banten dengan 1.298.597 penerima.

Wilayah Indonesia timur juga mengalami peningkatan jumlah penerima bantuan pangan. Provinsi Maluku ditambahkan 142.978 penerima, sehingga total menjadi 266.500 penerima. Maluku Utara bertambah 55.017 penerima sehingga menjadi 112.428 penerima.

Provinsi Papua pun bertambah 50.973 menjadi total 118.076 penerima, Papua Barat bertambah 30.197 menjadi 74.044 penerima, dan Papua Barat Daya bertambah 35.030 menjadi 78.965 penerima. Selanjutnya, total penerima di Papua Pegunungan bertambah 112.805 menjadi 265.356 penerima, Papua Selatan bertambah 26.041 menjadi 73.601 penerima, dan Papua Tengah bertambah 55.997 menjadi 228.654 penerima.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan ini adalah langkah strategis pemerintah. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pasokan harga pangan dan meringankan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi