Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengambil langkah strategis untuk memajukan sektor pertanian daerahnya. Mereka berfokus pada pengembangan tanaman melon hidroponik di Kecamatan Poto Tano. Langkah ini diharapkan dapat mengubah citra Poto Tano dari sekadar gerbang penyeberangan menjadi pusat hortikultura yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi.
Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah, secara langsung memimpin panen perdana melon hidroponik sistem machida pada Sabtu (28/3). Acara ini berlangsung di Pusat Edukasi Agrowisata Pertanian Terintegrasi, menandai dimulainya era baru pertanian modern di wilayah tersebut. Empat varietas unggulan seperti Apollo F1, Suny F1, Sweet Hamy, dan Lavender berhasil dipanen dari demplot.
Inisiatif **pengembangan melon Sumbawa Barat** ini merupakan bagian integral dari target besar Pemkab untuk menjadikan Poto Tano sebagai lumbung hortikultura daerah. Hal ini sejalan dengan program “Kartu Sumbawa Barat Maju Luar Biasa” yang mencakup sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Potensi Poto Tano sebagai Pusat Hortikultura Unggulan
Kecamatan Poto Tano, yang sebelumnya dikenal sebagai titik transit penting, kini diproyeksikan menjadi sentra produksi hortikultura modern. Transformasi ini didorong oleh keberhasilan panen perdana melon hidroponik dengan sistem machida. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar wilayah tersebut untuk pertanian berkelanjutan dan inovatif.
Dalam demplot yang dikembangkan, empat varietas melon unggulan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Varietas tersebut meliputi Apollo F1, Suny F1, Sweet Hamy, dan Lavender. Diversifikasi varietas ini diharapkan dapat memenuhi berbagai preferensi pasar dan meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.
Bupati H Amar Nurmansyah menegaskan bahwa langkah ini adalah awal dari visi besar menjadikan Poto Tano sebagai lumbung hortikultura. Visi ini selaras dengan program pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan melalui sektor primer, memberikan harapan baru bagi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemkab dalam Modernisasi Pertanian dan Pemasaran
Pemkab Sumbawa Barat tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga pada pengembangan pasar dan modernisasi pola bertani. Bupati menekankan pentingnya mengisi pasar yang sudah terbuka dengan komoditas lokal berkualitas tinggi. Hal ini memerlukan pemetaan kelompok tani yang cermat agar usaha yang dikembangkan benar-benar sesuai kebutuhan pasar dan berorientasi bisnis.
Perhatian khusus juga diarahkan pada peningkatan kualitas pengemasan produk hortikultura. Perubahan pola bertani dari tradisional menuju modern dan bernilai ekonomi tinggi menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyediakan dukungan alat pertanian yang akan dikelola bersama, memastikan efisiensi dan produktivitas.
Dukungan alat pertanian ini akan memastikan pemerataan akses bagi seluruh petani, menghindari potensi kecemburuan sosial di antara mereka. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih efisien dan produktif, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Advertisement
Advertisement
Agrowisata Berbasis Hortikultura dan Dukungan Berkelanjutan
Pengembangan hortikultura di Sumbawa Barat tidak hanya berhenti pada hasil panen, melainkan juga membuka peluang agrowisata. Model ini menggabungkan produksi pertanian, edukasi, dan pariwisata dalam satu ekosistem terintegrasi. Konsep ini diharapkan dapat menarik wisatawan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.
Pusat Edukasi Agrowisata Pertanian Terintegrasi menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi ini. Tempat ini akan menjadi sarana pembelajaran bagi petani dan masyarakat umum mengenai teknik pertanian modern. Selain itu, juga akan menjadi destinasi menarik bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman pertanian langsung dan edukatif.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh selama ada keseriusan dari para petani. Dukungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan fasilitas, pelatihan, hingga fasilitasi pemasaran, demi keberlanjutan program dan kesejahteraan petani.
Advertisement
Sumber: AntaraNews