Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah fokus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk perbaikan jalan nasional di sepanjang jalur mudik. Upaya ini dilakukan demi memastikan kenyamanan dan keamanan pemudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menekankan pentingnya penanganan kondisi jalan yang rusak dan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayahnya.
Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengatasi kerusakan jalan berlubang dan menambah PJU. Pemkab Cianjur telah memberikan informasi detail mengenai kondisi infrastruktur jalan yang memerlukan perhatian segera. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan komprehensif menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran.
Berbagai upaya perbaikan dan persiapan telah digencarkan oleh Pemkab Cianjur bersama instansi terkait, termasuk penyediaan personel di sepanjang jalur mudik. Diharapkan, langkah-langkah ini dapat mendukung kelancaran perjalanan serta memberikan rasa aman bagi pemudik yang melintasi Cianjur menuju berbagai kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Advertisement
Advertisement
Fokus Perbaikan Infrastruktur Mudik
Menjelang H-5 Lebaran 2026, sejumlah ruas jalan nasional di Cianjur masih menunjukkan kondisi berlubang dan minim PJU, yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Titik-titik krusial yang menjadi fokus utama perbaikan meliputi Jalan Raya Bandung-Cianjur, Jalan Raya Puncak-Cianjur, Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, serta jalur alternatif Jonggol. Perbaikan jalan Cianjur ini menjadi prioritas utama.
Bupati Mohammad Wahyu Ferdian menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan kondisi landasan jalan yang rusak kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pemkab Cianjur siap mendukung perbaikan dan penambahan infrastruktur jika diperlukan, guna memastikan semua jalur siap dilalui. Target penyelesaian perbaikan jalan rusak ini adalah pada H-5 Lebaran, dengan beberapa ratus meter yang masih dalam proses, termasuk jalur menuju selatan Cianjur.
"Kita targetkan perbaikan jalan rusak tuntas hari ini, kalau masih ada yang dalam proses ditargetkan selesai sebelum puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada H-2 Lebaran," ujar Bupati Wahyu Ferdian. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Pemkab Cianjur untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, demi kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan balik.
Advertisement
Advertisement
Antisipasi Arus Mudik dan Kondisi Cuaca Ekstrem
Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi pada H-2, sehingga persiapan infrastruktur harus sudah rampung sepenuhnya. Selain perbaikan jalan, aspek keamanan dan keselamatan pemudik juga menjadi fokus utama Pemkab Cianjur. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan kesiapan di lapangan.
Bupati Wahyu Ferdian mengimbau seluruh pemudik yang melintas di jalur utama Cianjur untuk senantiasa berhati-hati dan waspada. Imbauan ini sangat relevan mengingat cuaca ekstrem masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur. Kondisi cuaca yang tidak menentu dapat memperburuk kondisi jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
"Kami minta pengendara khususnya pemudik lebih berhati-hati dan waspada saat melintas, utamakan keselamatan agar selamat selama dalam perjalanan sampai ke kampung halaman," kata Bupati. Cianjur sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah di Jawa Barat yang masuk dalam zona merah tertinggi bencana alam, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan bagi para pengendara.
Advertisement
Sumber: AntaraNews