Pertamina Pastikan Stok Avtur Bandara Rendani Manokwari Aman Jelang Idul Fitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga menjamin ketersediaan Stok Avtur Bandara Rendani Manokwari mencapai 200 kiloliter, cukup untuk kebutuhan penerbangan sepuluh hari ke depan, meski konsumsi avtur cenderung menurun jelang Idul Fitri 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pertamina Pastikan Stok Avtur Bandara Rendani Manokwari Aman Jelang Idul Fitri 2026
PT Pertamina Patra Niaga menjamin ketersediaan Stok Avtur Bandara Rendani Manokwari mencapai 200 kiloliter, cukup untuk kebutuhan penerbangan sepuluh hari ke depan, meski konsumsi avtur cenderung menurun jelang Idul Fitri 2026. (AntaraNews)

PT Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi bahwa stok bahan bakar minyak jenis avtur di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat, saat ini mencapai 200 kiloliter. Jumlah ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional penerbangan selama sepuluh hari ke depan. Kesiapan ini menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk mendukung kelancaran transportasi udara menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Manager Aviation Fuel Terminal (AFT) Rendani Manokwari, Budi Setiawan, menyatakan bahwa ketahanan stok avtur berada dalam kondisi aman. Lebih dari 90 persen kapasitas tangki penampungan terisi, menunjukkan kesiagaan Pertamina dalam menghadapi potensi peningkatan permintaan. Meskipun demikian, Budi Setiawan menegaskan bahwa pasokan akan terus ditambah sebelum mencapai batas sepuluh hari tersebut, memastikan ketersediaan yang berkelanjutan.

Rata-rata penyaluran avtur untuk operasional transportasi udara di Bandara Rendani Manokwari mencapai 20 hingga 21 kiloliter setiap harinya. Angka ini setara dengan 20.000 hingga 21.000 liter, dan diprediksi tidak akan mengalami peningkatan signifikan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Pertamina tetap melakukan antisipasi maksimal untuk berbagai skenario kebutuhan.

Ketersediaan stok avtur di Bandara Rendani Manokwari mencapai 200 kiloliter, menjamin kelancaran operasional penerbangan selama periode libur Lebaran. Angka ini mencerminkan komitmen PT Pertamina Patra Niaga dalam menjaga pasokan energi vital bagi sektor transportasi udara. Budi Setiawan menjelaskan bahwa stok ini lebih dari 90 persen dari total kapasitas tangki penampungan, memberikan jaminan keamanan pasokan.

Meskipun stok yang ada cukup untuk sepuluh hari, Pertamina memiliki mekanisme suplai berkelanjutan. Penambahan stok akan dilakukan secara berkala sebelum mencapai batas tersebut, memastikan tidak ada kekosongan pasokan avtur. Rata-rata penyaluran harian yang stabil sekitar 20-21 kiloliter menjadi acuan dalam perencanaan logistik ini.

Pertamina Patra Niaga, sebagai Subholding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero), berperan penting dalam distribusi energi. Perusahaan ini menjalankan rantai kegiatan bisnis hilir Pertamina, termasuk produk avtur, untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia baik sektor retail, industri, aviasi, maupun maritim.

Kondisi konsumsi avtur di Bandara Rendani Manokwari cenderung menurun. Data menunjukkan bahwa sejak awal hingga pertengahan Ramadhan 1447 Hijriah, tingkat konsumsi avtur lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh tren penumpang yang lebih banyak keluar dari Manokwari daripada yang masuk, sehingga tidak ada penambahan jadwal penerbangan.

Meskipun demikian, AFT Rendani telah menyiagakan tiga unit kendaraan tangki khusus atau refueler untuk pendistribusian avtur ke pesawat. Sebanyak lima orang operator juga disiagakan selama momen liburan Lebaran 2026. Kesiapan fasilitas dan personel ini menunjukkan langkah antisipasi Pertamina terhadap potensi lonjakan permintaan yang tidak terduga.

Pemeriksaan kesehatan operator yang bertugas dilakukan setiap hari sebagai bagian dari kesiapsiagaan. Tenaga medis juga disediakan setiap hari untuk memastikan kondisi kesehatan operator tetap prima. Ini adalah langkah krusial untuk mendukung kelancaran operasional pendistribusian bahan bakar pesawat sepanjang arus mudik liburan Idul Fitri.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Rendani Kelas II, Herman Sujito, menjelaskan bahwa operasional penerbangan masih berjalan sesuai jadwal reguler. Hingga saat ini, belum ada pengajuan penambahan operasional atau extra flight dari pihak maskapai. UPBU adalah unit pelaksana teknis dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang bertugas melaksanakan pelayanan jasa kebandarudaraan dan terkait bandar udara.

UPBU Rendani Manokwari telah membuka Posko Angkutan Lebaran 2026. Posko ini beroperasi selama 18 hari, dimulai dari tanggal 13 hingga 29 Maret 2026. Pembukaan posko ini bertujuan untuk memantau dan mengkoordinasikan seluruh aktivitas penerbangan selama periode mudik Lebaran.

Selain itu, Bandara Rendani juga berkoordinasi erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala. Koordinasi ini penting untuk memastikan keselamatan penerbangan dan memberikan informasi terkini kepada maskapai serta penumpang. BMKG sendiri merupakan lembaga pemerintah yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi