Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara proaktif memperkuat stabilitas pangan di Kabupaten Kebumen menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan melalui pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan menjaga keterjangkauan harga komoditas pokok.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyatakan bahwa kegiatan ini memungkinkan masyarakat memperoleh berbagai bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah strategis ini sangat penting mengingat peningkatan kebutuhan pangan yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Pemerintah, melalui Bapanas, berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menggelar GPM di berbagai daerah guna memastikan ketersediaan pasokan dan harga tetap terkendali. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menghadapi lonjakan permintaan dan potensi kenaikan harga pangan.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor Jaga Stabilitas Pangan
Pengendalian pasokan dan harga pangan memerlukan sinergi kuat dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah. Maino Dwi Hartono menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, hingga produsen pangan untuk mencapai tujuan ini.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga pasokan dan harga pangan tetap stabil, terutama saat momentum hari besar keagamaan nasional seperti Ramadhan dan Idul Fitri. Periode ini seringkali memicu peningkatan permintaan yang signifikan di masyarakat.
Maino juga menekankan pentingnya peran seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha pangan, BUMN, BUMD, hingga petani dan peternak. Keterlibatan mereka sangat krusial dalam memastikan ketersediaan pangan yang memadai bagi seluruh masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Gerakan Pangan Murah di Kebumen dan Apresiasi Daerah
Kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kebumen diselenggarakan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kebumen serta Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996. Inisiatif ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung stabilitas pangan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memantau pelaksanaan GPM secara virtual di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah dan memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. Menurutnya, GPM adalah langkah efektif untuk menjaga keterjangkauan harga dan menekan inflasi di daerah.
“Ini menjadi model bagi kita semua agar keterjangkauan harga ini bisa dijangkau oleh masyarakat kita,” ujar Ahmad Luthfi, menyoroti keberhasilan program ini dalam membantu masyarakat. Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan rasa tenang bagi masyarakat melalui ketersediaan pangan yang cukup dan harga terjangkau.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif GPM dan Ketersediaan Stok Pangan
Bapanas terus menggencarkan program GPM di berbagai daerah sebagai upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional. Hingga 5 Maret 2026, tercatat 2.644 kegiatan GPM telah dilaksanakan di seluruh Indonesia, menunjukkan skala program yang luas.
Masyarakat yang berpartisipasi dalam GPM di Kebumen mendapatkan manfaat tambahan berupa lebih dari 3.000 kupon potongan harga senilai Rp5.000 hingga Rp10.000. Kupon ini dapat digunakan saat berbelanja, memberikan keringanan ekstra bagi konsumen.
Berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran, memastikan masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan lebih hemat. Bupati Kebumen juga memastikan stok kebutuhan pokok selama Ramadhan hingga Idul Fitri dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Advertisement
- Beras SPHP: Rp60.000 per lima kilogram
- Minyak goreng: Rp15.500 per liter
- Telur ayam: Mulai Rp24.000 per kilogram
- Daging ayam: Rp17.500 per setengah kilogram
- Gula pasir: Mulai Rp16.000 per kilogram
- Cabai: Mulai Rp5.000 per paket
Sumber: AntaraNews