Bulog Bidik Negara Asia Tenggara untuk Ekspor Beras di 2026, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Perum Bulog berencana menggenjot **ekspor beras Bulog** hingga 1 juta ton ke negara-negara Asia Tenggara mulai 2026, menandai era baru swasembada pangan Indonesia dan memperkuat posisi di pasar regional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bulog Bidik Negara Asia Tenggara untuk Ekspor Beras di 2026, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Perum Bulog berencana menggenjot **ekspor beras Bulog** hingga 1 juta ton ke negara-negara Asia Tenggara mulai 2026, menandai era baru swasembada pangan Indonesia dan memperkuat posisi di pasar regional. (AntaraNews)

Perum Bulog menargetkan negara-negara Asia Tenggara sebagai tujuan utama ekspor beras mulai tahun 2026. Langkah strategis ini diambil menyusul keberhasilan Indonesia mencapai swasembada komoditas pangan pokok tersebut. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan rencana ini dalam Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu.

Bulog mendapat penugasan untuk mengekspor sekitar 1 juta ton beras pada tahun ini, sebuah upaya signifikan untuk memperluas pasar produk pangan nasional. Inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan regional, menunjukkan kapabilitas produksi beras dalam negeri.

Rizal Ramdhani menyebutkan bahwa negara-negara tetangga seperti Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini menjadi target utama. Kedekatan geografis serta kebutuhan beras di negara-negara tersebut menjadi pertimbangan utama dalam menentukan tujuan ekspor ini.

Fokus Ekspor Beras Bulog ke Asia Tenggara

Target ekspor beras Bulog sebesar 1 juta ton akan difokuskan ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini diidentifikasi sebagai pasar potensial karena kedekatan geografis dan permintaan beras yang stabil. Rizal Ramdhani optimis target ini dapat terwujud melalui kerja sama perdagangan yang erat.

Untuk merealisasikan target ambisius ini, Bulog telah melakukan koordinasi intensif dengan atase perdagangan di negara-negara tujuan. Langkah ini penting untuk membuka jalur distribusi dan memastikan kelancaran proses ekspor. Selain itu, atase militer juga turut dilibatkan dalam proses diplomasi untuk mendukung kelancaran pengiriman beras.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk atase militer, menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam mendukung Bulog mencapai target ekspor. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi nasional tetapi juga mempererat hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga. Keberhasilan ekspor ini akan menjadi bukti nyata kemandirian pangan Indonesia.

Penugasan Khusus Ekspor Beras Bulog untuk Jamaah Haji

Selain target ekspor ke negara tetangga, Bulog juga menerima penugasan baru yang penting, yaitu menyiapkan pasokan beras bagi jamaah haji Indonesia. Sebanyak 4.000 ton beras akan diekspor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji yang akan berangkat pada musim haji tahun 2026. Penugasan ini memastikan jamaah tetap mengonsumsi beras lokal.

Kebutuhan beras lokal bagi jamaah haji sangat krusial mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia terbiasa mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Dengan menyediakan beras dari dalam negeri, diharapkan jamaah dapat beribadah dengan nyaman tanpa perlu adaptasi makanan yang signifikan. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap kenyamanan warganya.

Bulog telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait penugasan ini. Rencana pengiriman beras untuk jamaah calon haji dijadwalkan setelah rapat koordinasi terbatas. Target pengiriman diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat, sekitar bulan Maret, agar logistik terpenuhi tepat waktu di Arab Saudi.

Optimisme dan Koordinasi Lintas Sektor dalam Program Ekspor Beras Bulog

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan optimisme tinggi bahwa seluruh target ekspor dapat direalisasikan sesuai rencana. Baik target ke negara-negara Asia Tenggara maupun untuk kebutuhan jamaah haji, diyakini akan tercapai melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan dari berbagai pihak terkait.

Koordinasi yang solid antarlembaga pemerintah menjadi kunci keberhasilan program ekspor ini. Rizal Ramdhani menyebutkan bahwa rapat koordinasi terbatas (Rakortas) akan segera dilaksanakan pada Senin (9/2). Rapat ini diharapkan akan menghasilkan keputusan final terkait jadwal dan mekanisme pengiriman beras.

Dukungan penuh dari pemerintah dan pihak terkait lainnya memperkuat keyakinan Bulog untuk memperluas jangkauan pasar beras Indonesia. Keberhasilan program ekspor ini akan menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam menunjukkan kapasitasnya sebagai produsen pangan yang mampu bersaing di kancah global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi