Badan Pengusahaan (BP) Batam secara tegas menyatakan bahwa daya saing Batam di tengah persaingan investasi global sangat bergantung pada kecepatan dan kepastian dalam eksekusi proyek-proyek investasi. Pernyataan ini disampaikan dalam forum regional penting yang membahas masa depan manufaktur.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan poin krusial ini saat menghadiri Singapore Manufacturing Federation (SMF) Manufacturing Day Summit 2026. Acara tersebut berlangsung di Singapura pada Jumat (30/1) lalu, mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri.
Menurut Fary, lanskap manufaktur global saat ini menuntut lebih dari sekadar insentif menarik; investor mencari platform yang memungkinkan mereka bergerak cepat dari keputusan hingga produksi. Batam dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, menawarkan lingkungan investasi yang efisien dan terprediksi.
Advertisement
Advertisement
Strategi BP Batam Dorong Kecepatan Eksekusi Investasi
BP Batam saat ini memfokuskan upaya pada penyelarasan kesiapan infrastruktur, reformasi perizinan, dan pengembangan talenta industri. Langkah ini bertujuan agar Batam dapat berfungsi optimal sebagai pusat eksekusi bagi industri manufaktur maju dan berbasis teknologi. Fokus utama adalah menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan investasi.
Fary Djemy Francis menjelaskan bahwa fokus BP Batam sangat sederhana, yaitu mempercepat waktu, menghilangkan ketidakpastian, dan membuat eksekusi menjadi terprediksi. Ini merupakan kebutuhan esensial bagi investor global yang mencari efisiensi dan kepastian dalam operasional mereka.
“Fokus kami sederhana, mempercepat waktu, menghilangkan ketidakpastian, dan membuat eksekusi menjadi terprediksi. Inilah yang dibutuhkan investor global, dan inilah yang sedang dihadirkan Batam,” ujar Fary dalam keterangan resmi yang diterima di Batam. Pernyataan ini menegaskan komitmen BP Batam untuk menjadi mitra investasi yang handal.
Advertisement
Advertisement
Promosi Kecepatan Eksekusi Investasi Batam di Kancah Internasional
Kehadiran BP Batam dalam forum manufaktur regional yang diselenggarakan oleh SMF merupakan bagian dari upaya strategis. Tujuannya adalah memperkuat promosi Batam sebagai ekosistem industri yang siap eksekusi di kawasan Asia Tenggara. Forum ini juga membahas transformasi manufaktur di era Industri 5.0.
Selain mengikuti forum utama, Fary Djemy Francis juga memimpin pertemuan penting dengan unit Foreign Direct Investment (FDI) Advisory United Overseas Bank (UOB). Diskusi ini berfokus pada peluang kolaborasi untuk memperkuat arus investasi asing langsung ke Batam.
Dalam sesi panel tentang Batam-Bintan-Karimun (BBK), BP Batam memaparkan progres percepatan pembangunan kawasan dan perizinan yang terintegrasi. Paparan ini menekankan kesiapan operasional dan kepastian proses sebagai faktor kunci untuk menarik investasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews