Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menggenjot produksi jagung secara berkelanjutan. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah dan kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Komitmen kuat ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan panen raya jagung serentak yang digelar di berbagai wilayah.
Kegiatan panen raya jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 ini dipusatkan di Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, pada Kamis (09/01). Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Bogor serta jajaran kepolisian setempat, menegaskan pentingnya sinergi dalam sektor pertanian. Panen raya ini juga terhubung secara virtual dengan kegiatan serupa di seluruh Indonesia, dipimpin langsung oleh Kapolri.
Selain Kapolri, panen raya virtual tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian, dan Direktur Utama Perum Bulog, menunjukkan dukungan dari berbagai pihak. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menggarisbawahi prioritas pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan melalui peningkatan produksi komoditas strategis seperti jagung. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih kuat.
Advertisement
Advertisement
Panen Raya Jagung Serentak di Bogor
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, turut serta dalam panen raya jagung di Kecamatan Cigombong. Luasan panen di lokasi tersebut mencapai sekitar 4.000 meter persegi, menunjukkan potensi besar lahan pertanian di wilayah ini. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian.
Sementara itu, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Bogor, Yudi, menjelaskan bahwa total luasan panen jagung serentak di Kabupaten Bogor pada hari tersebut mencakup sekitar 5,5 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan. Estimasi hasil panen minimal mencapai 30 ton, memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan jagung lokal.
Waktu tanam jagung yang berbeda di setiap wilayah menyebabkan waktu panen juga tidak serentak, namun hal ini justru memungkinkan pasokan jagung yang lebih stabil sepanjang tahun. Keterlibatan lintas sektor, termasuk Polri dan kelompok tani, menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan produksi jagung di Kabupaten Bogor. Sinergi ini memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari penanaman hingga panen, dapat berjalan optimal.
Advertisement
Advertisement
Capaian Produksi dan Luas Tanam Jagung
Entis Sutisna memaparkan capaian produksi jagung di Kabupaten Bogor sepanjang tahun 2025 yang cukup menggembirakan. Pada tahun tersebut, luas tanam jagung di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 300 hektare, menunjukkan antusiasme petani terhadap komoditas ini. Dari luasan tersebut, area panen yang telah terealisasi mencapai 171 hektare dan total produksi mencapai 996 ton.
Data tersebut menunjukkan efisiensi dan produktivitas pertanian jagung di Kabupaten Bogor. Selain itu, Yudi menambahkan bahwa sepanjang tahun 2025, capaian serapan penanaman jagung di Kabupaten Bogor telah mencapai sekitar 60 persen. Angka ini mencerminkan progres positif dalam upaya peningkatan produksi jagung di wilayah tersebut.
Pada kuartal IV tahun 2025, penanaman jagung secara khusus dilakukan seluas 105 hektare, terutama pada bulan Oktober dan November. Periode ini dipilih berdasarkan pertimbangan iklim dan kesesuaian lahan, memastikan hasil panen yang maksimal. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Polri, berperan penting dalam mencapai target-target ini.
Advertisement
Advertisement
Strategi Keberlanjutan Produksi Jagung
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor dan Polri berkomitmen untuk melanjutkan program penanaman jagung dengan sistem tanam ulang pascapanen. Strategi ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan produksi dan memaksimalkan potensi lahan pertanian yang tersedia. Dengan demikian, lahan yang telah dipanen tidak akan dibiarkan kosong, melainkan langsung diolah kembali.
Yudi menjelaskan bahwa lahan yang sudah dipanen akan segera diratakan dan ditanami kembali agar potensi yang ada bisa dimaksimalkan secara berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan siklus produksi jagung dapat berjalan terus-menerus, mendukung pasokan pangan yang stabil. Inisiatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendapatan yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bogor bersama jajaran Polri menegaskan komitmennya dalam mendorong jagung sebagai komoditas alternatif selain padi. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk diversifikasi pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. Melalui sinergi yang kuat, diharapkan produksi jagung di Bogor dapat terus meningkat dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews