Dirut Bulog Minta Jajaran Proaktif Serap Jagung Produksi Polri, Perkuat Penyerapan Jagung Bulog Nasional

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pentingnya **penyerapan jagung Bulog** dari hasil panen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) secara proaktif demi memperkuat stok nasional dan menjaga stabilitas pasokan pangan strategis, membuat pemba

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dirut Bulog Minta Jajaran Proaktif Serap Jagung Produksi Polri, Perkuat Penyerapan Jagung Bulog Nasional
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pentingnya **penyerapan jagung Bulog** dari hasil panen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) secara proaktif demi memperkuat stok nasional dan menjaga stabilitas pasokan pangan strategis, membuat pemba (AntaraNews)

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meminta seluruh jajaran proaktif menyerap jagung produksi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Langkah ini bertujuan untuk memperkuat stok nasional dan mendukung stabilisasi pasokan pangan strategis. Penegasan ini disampaikan dalam acara Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 Swasembada Jagung yang dipusatkan di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis (9/1/2026).

Rizal menekankan kepada jajaran Bulog agar proaktif menyerap seluruh hasil panen yang dikelola Polda Lampung serta seluruh jajaran Polri di Indonesia secara optimal dan berkelanjutan. Hal ini krusial demi ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Ia juga berdialog dengan Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dirut Bulog didampingi oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Polri sendiri telah menggelar panen raya jagung serentak dengan total produksi 743.522 ton di 36 wilayah Tanah Air sebagai wujud komitmen mendukung program swasembada pangan nasional.

Sinergi Bulog-Polri Perkuat Cadangan Pangan Nasional

Ahmad Rizal Ramdhani secara tegas menginstruksikan jajaran Bulog untuk menjemput bola di lapangan. Tujuannya adalah agar penyerapan jagung tidak tertunda dan mendukung petani mitra Polri secara langsung melalui koordinasi intensif lintas wilayah. Kebijakan proaktif ini diharapkan dapat memperkuat cadangan jagung nasional secara signifikan.

Pendampingan yang terus-menerus sejak awal hingga panen selesai juga diminta oleh Rizal. Hal ini penting untuk memastikan kualitas, kuantitas, serta kelancaran distribusi jagung dari sentra produksi utama ke daerah prioritas nasional. Proses ini menjamin bahwa setiap hasil panen dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Sinergi antara Bulog dan Polri ini dirancang untuk menstabilkan pasokan pangan dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Pelaksanaan program ini diharapkan berjalan terukur, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil nasional. Rizal juga menyampaikan apresiasinya kepada Polri atas kontribusi mereka dalam produktivitas jagung.

Komitmen Polri Dukung Swasembada Jagung

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa Polri telah berupaya maksimal untuk mewujudkan swasembada jagung sesuai target Presiden. Dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun, Polri berhasil mengidentifikasi dan mengelola lahan tanam jagung seluas 1,3 juta hektare.

Dari total lahan tersebut, sebanyak 586.000 hektare telah berhasil ditanami, sementara 700.000 hektare lainnya diproyeksikan akan ditanam secara keseluruhan pada tahun ini. Panen raya yang dipusatkan di Kabupaten Bekasi ini merupakan pembuka dari keseluruhan panen yang akan dilakukan pada lahan seluas 47.830 hektare.

Estimasi hasil produksi dari lahan tersebut mencapai 743.522 ton jagung. Pada hari pertama panen raya, kegiatan serentak dilakukan di lahan seluas 1.191 hektare dengan estimasi produksi mencapai 11.912 ton jagung. Di titik pusat kegiatan, panen dilakukan di area seluas 25 hektare binaan Polda Metro Jaya, dengan perkiraan hasil 100 ton jagung pipilan kering berkadar air 14 persen.

Strategi Penyerapan dan Distribusi Optimal

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menekankan pentingnya pendekatan 'jemput bola' dalam proses penyerapan jagung. Strategi ini memastikan bahwa Bulog tidak hanya menunggu hasil panen, tetapi secara aktif mendatangi lokasi panen untuk memfasilitasi penyerapan. Hal ini juga bertujuan untuk mendukung petani mitra Polri secara langsung.

Pendampingan yang berkelanjutan merupakan elemen kunci dalam strategi ini, dimulai dari tahap awal penanaman hingga panen selesai. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan kuantitas jagung yang dihasilkan sesuai standar, serta menjamin kelancaran proses distribusi.

Melalui program yang terukur dan transparan ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam cadangan jagung nasional. Upaya kolaboratif antara Bulog dan Polri ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi