Kenaikan harga cabai rawit menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai dirasakan para pelaku usaha kuliner di Kota Bandung. Salah satunya adalah Bari (49), pedagang bakso yang sehari-hari berjualan di kawasan Jalan Jawa.
Bari mengaku rutin berbelanja bahan baku dagangannya di Pasar Cicadas. Namun, pada pembelian terakhir, ia mendapati harga cabai rawit sudah melonjak tajam hingga mencapai Rp80 ribu per kilogram. Menurutnya, di sejumlah pasar lain, harga komoditas tersebut bahkan bisa lebih mahal.
“Kalau kemarin itu Rp80 ribu di Pasar Cicadas. Kalau Kosambi bisa lebih, bisa Rp100 ribu,” katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (25/12).
Ia menuturkan, kenaikan harga cabai rawit sebenarnya kerap terjadi menjelang hari besar seperti Natal, Tahun Baru, maupun Idul Fitri. Bahkan, pada periode yang sama tahun lalu, harga cabai rawit sempat menembus angka yang jauh lebih tinggi.
“Dulu pernah tembus Rp120-Rp130 ribu. Sama harga daging juga mahal cabai rawit,” ungkap dia.
Advertisement
Berdampak pada Penghasilan
Cabai rawit menjadi salah satu bahan penting bagi Bari, khususnya untuk meracik sambal sebagai pelengkap bakso yang ia jual. Kenaikan harga komoditas tersebut secara langsung berdampak pada penghasilannya, lantaran biaya belanja bahan baku ikut membengkak.
Meski demikian, Bari memilih tidak menaikkan harga jual baksonya. Ia tetap mematok harga sekitar Rp15 ribu per porsi, sehingga kenaikan biaya produksi harus ia tanggung sendiri.
“Ya mengurangi keuntungan saja. Biasanya keuntungan segitu, buat modal jadi lebih. Berarti keuntungannya yang kurang,” ucap dia.
“Soalnya kan kalau harga jual segitu aja. Cengek naik, apa naik, harga jual tetap aja segitu,” imbuhnya.
Advertisement
Harga Cabai Rawit Naik
Sebelumnya diberitakan, kenaikan harga cabai rawit juga terpantau di Pasar Sederhana Bandung. Hal tersebut berdasarkan hasil pemantauan stok dan harga komoditas pangan yang dilakukan Perum Bulog Jawa Barat bersama Satgas Pangan Polda Jawa Barat serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Untuk cabai memang sudah mengalami kenaikan, baik cabai rawit dan cabai keriting. Kemudian tadi ada komoditas ikan juga, beberapa yang mengalami kenaikan. Untuk yang lainnya stoknya masih cukup dan kalau pun naik, tidak terlalu tinggi,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (25/12).
Terkait harga cabai rawit di Pasar Sederhana, Nurman menyebutkan komoditas tersebut kini dijual hingga Rp100 ribu per kilogram. Angka ini meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
“Tadi yang cabai rawit seratus ribu, baru naik hari ini, sebelumnya di delapan puluh ribu,” ungkap Nurman.
Sementara itu, ia menambahkan harga sejumlah komoditas pangan lainnya di Pasar Sederhana masih relatif stabil.
“Seperti telur, ayam, dan beras relatif stabil,” katanya.
Advertisement
Stok Komoditas Utama Aman
Di sisi lain, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Provinsi Jawa Barat, Rika Jatnika, memastikan ketersediaan komoditas utama, khususnya beras, dalam kondisi aman menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru.
“Stok beras untuk bulan ini aman, karena nanti bulan Februari kita akan melaksanakan panen raya. Jadi untuk harga beras pun tidak mengalami kenaikan yang sangat signifikan, relatif aman untuk menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar Rika.
Ia menambahkan, hasil pemantauan bersama menunjukkan sebagian besar komoditas pangan masih memiliki pasokan yang mencukupi dengan harga yang relatif stabil. Adapun untuk sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan, pihaknya tengah berupaya menambah pasokan agar harga dapat kembali terkendali.
“Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan ini sedang kita cari lagi pasokan lainnya, supaya bisa menambah pasokan di Pasar Sederhana khususnya, sehingga mudah-mudahan harga bisa relatif turun,” tuturnya.