Perjalanan hidup Dewi Aminah, perempuan asal Solo pemilik Iswara Food, menjadi potret ketangguhan perempuan dalam menghadapi berbagai ujian. Dari kehilangan usaha, cobaan keluarga, hingga tanggung jawab merawat anak berkebutuhan khusus, Dewi mampu bangkit dan membangun usaha bumbu serta tepung bumbu kemasan yang kini terus berkembang. Iswara Food lahir dari perjalanan hidup penuh lika-liku dan menjadi wujud nyata keteguhan seorang ibu bagi keluarganya.
Dewi mengenang awal mula usaha keluarganya saat masih mengelola bisnis batik di Pasar Klewer sejak awal pernikahan. Usaha tersebut menjadi penopang utama ekonomi keluarga sebelum musibah besar datang.
"Awalnya saya punya usaha batik di Pasar Klewer dari awal mula pernikahan sampai umur anak saya ketiga. Bisnis batik itu luar biasa, cari uangnya gampang. Tapi kemudian semuanya habis terbakar saat kejadian kebakaran di Pasar Klewer," tutur Dewi.
Di tengah upaya bangkit dari kehilangan, Dewi kembali diuji ketika anak ketiganya lahir pada tahun 2000 dengan kondisi autis dan hiperaktif. Kondisi tersebut mendorongnya belajar menyiapkan makanan sehat hingga akhirnya mendalami dunia memasak dan bumbu.
"Awalnya saya nggak bisa masak, sampai akhirnya saya belajar dan bisa membuat bumbu-bumbu dalam kemasan ini. Tapi saya bikin yang beda, tepungnya dari tepung mokaf," jelasnya. Dari proses itulah Iswara Food resmi berdiri pada 2008, dengan nama yang bermakna perempuan tangguh dan kuat.
Advertisement
Iswara Food terus berkembang dengan keunikan produknya yang berbahan rempah lokal, mudah didapat, terjangkau, dan sehat. Perkembangan usaha Dewi semakin pesat setelah mengikuti program pelatihan BRIncubator Rumah BUMN BRI Solo.
"Saya ikut program BRIncubator selama 10 hari dan itu membuat saya lebih percaya diri. Kita dibimbing pemasaran lewat media sosial, packaging, sampai punya toko online, dan di 2024 saya bisa ikut BRI Expo," ungkap Dewi.
Tak hanya mengembangkan bisnis, Dewi juga berbagi manfaat dengan memberdayakan masyarakat sekitar, terutama ibu-ibu yang ingin memulai usaha rumahan. "Saya memberikan pelatihan kepada ibu-ibu yang membutuhkan agar bisa punya usaha dari rumah dengan modal kecil, termasuk bantuan sertifikat PIRT dan halal secara gratis," katanya.
Sementara itu, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan BRIncubator merupakan komitmen BRI untuk membantu UMKM naik kelas. "Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan pendampingan berkelanjutan, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah," pungkasnya.