BI dan Pemkab Talaud Pacu Digitalisasi Ekonomi Sulut di Wilayah 3T untuk Perekonomian Daerah

Bank Indonesia dan Pemkab Kepulauan Talaud gencar mendorong Digitalisasi Ekonomi Sulut di wilayah 3T, memanfaatkan teknologi VSAT untuk meningkatkan transaksi pemerintah dan perekonomian lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BI dan Pemkab Talaud Pacu Digitalisasi Ekonomi Sulut di Wilayah 3T untuk Perekonomian Daerah
Bank Indonesia dan Pemkab Kepulauan Talaud bersinergi memacu Digitalisasi Ekonomi Sulut di wilayah 3T. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. (AntaraNews)

Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Talaud secara aktif memacu upaya digitalisasi di wilayah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T). Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya di daerah kepulauan. Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan daerah serta meningkatkan akses layanan publik.

Upaya digitalisasi ini berfokus pada pemanfaatan teknologi canggih seperti Very Small Aperture Terminal (VSAT) yang merupakan sistem komunikasi satelit. Teknologi tersebut telah didistribusikan ke berbagai titik di Kepulauan Talaud oleh pemerintah pusat. Tujuannya adalah untuk memastikan konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat dan mendukung transaksi digital.

Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya Bambungan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengelola VSAT yang diterima. Ia juga berharap agar digitalisasi di Talaud dapat semakin berkembang pesat. Proses ini akan didukung oleh jaringan telekomunikasi yang lebih stabil dan merata, yang menjadi fondasi penting bagi Digitalisasi Ekonomi Sulut.

Pemanfaatan Teknologi VSAT untuk Konektivitas Digital di Talaud

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud telah menerima lebih dari 30 unit Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari pemerintah pusat. Perangkat ini telah disebarkan ke berbagai titik strategis di wilayah tersebut, menjangkau area-area yang sulit diakses oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional. Pemanfaatan teknologi VSAT ini menjadi kunci utama dalam mempercepat Digitalisasi Ekonomi Sulut, terutama di daerah 3T.

Wakil Bupati Anisya Bambungan menyatakan bahwa pihaknya akan mengelola VSAT tersebut dengan baik demi kepentingan masyarakat. Ia juga mengungkapkan harapan besar agar digitalisasi di Talaud dapat terus berkembang pesat, didukung oleh peningkatan kualitas jaringan telekomunikasi. Peningkatan konektivitas digital diharapkan membawa dampak positif signifikan pada kehidupan sehari-hari warga, termasuk akses informasi dan pendidikan.

Bambungan menambahkan bahwa dengan jaringan telekomunikasi yang lebih baik dan merata, wilayah Talaud akan mampu bersaing. Kondisi ini akan menyamai kabupaten dan kota lain di Sulawesi Utara dalam hal akses digital. Kemajuan ini akan sangat mendukung Digitalisasi Ekonomi Sulut secara menyeluruh, membuka peluang baru bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Mendorong Transaksi Digital Pemerintah dan Perekonomian Lokal

Kepala Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menyoroti kemampuan VSAT dalam menjangkau masyarakat di wilayah terluar, yang sangat krusial untuk Digitalisasi Ekonomi Sulut. Teknologi ini sangat efektif untuk mendorong digitalisasi transaksi pemerintah, seperti pemasukan pajak dan retribusi daerah. Digitalisasi ini akan meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.

Supratikto menjelaskan bahwa implementasi Kartu Kredit Pemerintah (KKP) di Talaud tinggal menunggu eksekusi. Program ini akan bersinergi erat dengan Bank Sulut-Gorontalo (BSG) untuk memfasilitasi transaksi pemerintah secara non-tunai. Kolaborasi ini penting untuk mempercepat adopsi transaksi digital di sektor publik, mengurangi penggunaan uang tunai, dan meminimalisir risiko.

BI berharap perkembangan digital di Talaud, yang akrab dengan julukan "Tanah Porodisa", akan semakin merata dan maju. Tujuannya adalah agar Talaud dapat setara dengan daerah-daerah lain di Sulawesi Utara dalam ekosistem digital. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi Digitalisasi Ekonomi Sulut yang lebih luas untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sinergi BI dan Pemkab dalam Percepatan Digitalisasi Daerah

Inisiatif percepatan digitalisasi ini merupakan hasil dari High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Kepulauan Talaud. Pertemuan yang diselenggarakan di Pantai Arangat, Melonguane, pada Sabtu (15/11) ini menjadi platform penting. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan strategi antara BI dan Pemkab dalam mewujudkan Digitalisasi Ekonomi Sulut.

Kerja sama antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud ini memastikan pendekatan yang komprehensif. Pendekatan ini mencakup penyediaan infrastruktur, peningkatan literasi digital, dan pengembangan ekosistem transaksi non-tunai. Sinergi ini krusial untuk mengatasi tantangan geografis dan infrastruktur di wilayah 3T.

Melalui TP2DD, diharapkan upaya digitalisasi ini tidak hanya bersifat sesaat, tetapi berkelanjutan. Program-program yang dicanangkan akan terus dievaluasi dan dikembangkan untuk menjaga momentum Digitalisasi Ekonomi Sulut. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih kuat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Talaud.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi