Tarik Minat Dunia, 73 Kapal Pesiar Mewah Siap Singgah di Pelabuhan Benoa Bali pada 2026

Pelabuhan Benoa Bali bersiap menyambut 73 Kapal Pesiar Mewah pada 2026, menandai peningkatan signifikan kunjungan berkat pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) yang jadi daya tarik utama.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tarik Minat Dunia, 73 Kapal Pesiar Mewah Siap Singgah di Pelabuhan Benoa Bali pada 2026
Pelabuhan Benoa Bali bersiap menyambut 73 Kapal Pesiar Mewah pada 2026, menandai peningkatan signifikan kunjungan berkat pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) yang jadi daya tarik utama. (AntaraNews)

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengumumkan bahwa Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, akan menjadi tujuan bagi 73 kapal pesiar mewah pada tahun 2026. Peningkatan signifikan ini terjadi seiring dengan rampungnya pengembangan kapasitas sandar di kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH).

General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gede Agung Mataram, menyatakan kesiapan fasilitas dan layanan pelabuhan. Pelindo optimis Pelabuhan Benoa akan menjadi markas pelabuhan pariwisata yang mampu menarik minat operator kapal pesiar global.

Data menunjukkan peningkatan kunjungan kapal pesiar yang konsisten sejak 2023, dengan proyeksi mencapai 66 kapal pada akhir 2025. Rute yang dilayani meliputi Australia, Selandia Baru, Singapura, serta sejumlah wilayah Asia Pasifik lainnya.

Peningkatan Kapasitas dan Minat Operator Global

Peningkatan kapasitas Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Pelabuhan Benoa telah menarik perhatian operator kapal pesiar dunia. Hal ini terbukti dari lonjakan jumlah kunjungan kapal dan penumpang dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2023, Pelabuhan Benoa mencatat 48 kunjungan kapal pesiar dengan total 78.241 penumpang. Angka ini meningkat menjadi 56 kunjungan dengan 107.717 penumpang pada tahun berikutnya, menunjukkan tren positif yang berkelanjutan.

Hingga awal November 2025, sudah ada 49 kapal pesiar yang bersandar, membawa 96.013 penumpang ke Bali. Pelindo memperkirakan total kunjungan kapal pesiar akan mencapai 66 unit hingga akhir tahun 2025, melebihi target awal.

General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gede Agung Mataram, menegaskan bahwa fasilitas dan layanan pelabuhan sudah sangat siap. "Dari sisi fasilitas dan layanan, kami siap menjadi markas pelabuhan pariwisata," ujarnya.

Pengembangan Infrastruktur dan Potensi Investasi

Kapasitas terminal internasional Pelabuhan Benoa saat ini mampu melayani proses debarkasi dan embarkasi hingga 3.000 orang. Fasilitas dermaga yang sebelumnya 150 meter, kini telah diperpanjang menjadi 500 meter untuk menampung lebih banyak kapal.

Rencana pengembangan lebih lanjut akan memperpanjang total dermaga hingga 1.300 meter, memungkinkan empat kapal pesiar bersandar secara bersamaan. Pada Februari 2025, dermaga ini diharapkan sudah bisa menampung tiga kapal pesiar jumbo sekaligus.

Kepala Sub Regional Bali Nusra, Fariz Hariyoso, mengonfirmasi bahwa progres pengembangan infrastruktur BMTH telah rampung 100 persen. Proyek strategis nasional ini kini menarik minat investor untuk berinvestasi di kawasan tersebut.

Salah satu anak usaha BUMN telah bekerja sama dengan investor untuk membangun pelabuhan marina di area pengembangan I BMTH. "Nantinya akan dibangun dermaga ponton yang siap menampung sekitar 180 kapal yacht (kapal wisata) di BMTH. Ini adalah salah satu manfaat berlipat yang diharapkan di BMTH," kata Fariz, menyoroti manfaat berlipat dari proyek ini.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata Lokal

Selain menarik investasi, Pelindo juga aktif bekerja sama dengan agen pariwisata lokal untuk memaksimalkan dampak ekonomi. Salah satu inisiatifnya adalah membina Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli sebagai tujuan kunjungan wisatawan kapal pesiar.

Kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Benoa tidak hanya membawa wisatawan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Kerjasama ini diharapkan dapat menyebarkan manfaat pariwisata ke daerah-daerah pedesaan di Bali.

Saat ini, Pelabuhan Benoa sedang menyambut dua kapal pesiar jumbo secara bersamaan, yaitu Silver Moon dan Viking Venus. Silver Moon membawa 950 kru dan penumpang, sementara Viking Venus membawa 1.377 kru dan penumpang, menunjukkan kapasitas pelabuhan yang sudah teruji.

Kehadiran kapal-kapal ini menjadi bukti nyata kesuksesan pengembangan BMTH sebagai pusat maritim pariwisata. Ini juga menegaskan posisi Bali sebagai destinasi utama bagi pelayaran kapal pesiar internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi