DPRD Trenggalek Setujui Pinjaman PEN Rp70 Miliar untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pariwisata

DPRD Trenggalek resmi menyetujui pinjaman PEN Rp70 miliar dari pemerintah pusat, dialokasikan untuk infrastruktur, pariwisata, dan kota atraktif guna mendongkrak ekonomi daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPRD Trenggalek Setujui Pinjaman PEN Rp70 Miliar untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pariwisata
DPRD Trenggalek resmi menyetujui pinjaman PEN Rp70 miliar dari pemerintah pusat, dialokasikan untuk infrastruktur, pariwisata, dan kota atraktif guna mendongkrak ekonomi daerah. (AntaraNews)

Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Jumat (14/11), secara resmi menyetujui pengajuan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pinjaman ini diajukan oleh pemerintah daerah setempat dan disepakati sebesar Rp70 miliar. Keputusan ini diharapkan menjadi dorongan signifikan bagi pembangunan di wilayah tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menjelaskan bahwa dana pinjaman PEN Trenggalek ini akan dialokasikan untuk tiga sektor utama. Sektor-sektor tersebut meliputi pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan destinasi wisata, serta pengembangan kawasan kota atraktif. Persetujuan ini menandai langkah konkret dalam upaya pemulihan dan percepatan ekonomi daerah.

Anggaran besar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat Trenggalek. Fokus pada infrastruktur dan pariwisata bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan menarik lebih banyak pengunjung. Selain itu, pengembangan kota atraktif akan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan berdaya saing.

Alokasi Pinjaman PEN untuk Tiga Sektor Prioritas

Pinjaman PEN Trenggalek sebesar Rp70 miliar ini akan difokuskan pada tiga pos besar yang dianggap krusial bagi kemajuan daerah. Prioritas utama adalah peningkatan infrastruktur, yang akan mencakup pembangunan dan perbaikan jalan di berbagai wilayah. Hal ini diharapkan dapat memperlancar konektivitas dan mobilitas warga serta distribusi barang.

Selain infrastruktur, sebagian besar dana pinjaman PEN juga akan diarahkan untuk peningkatan pariwisata. Tujuannya adalah untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan destinasi wisata yang ada dan menciptakan daya tarik baru. Sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi lokal.

Sektor ketiga yang akan menerima alokasi dana adalah pengembangan kota atraktif. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih menarik, nyaman, dan fungsional bagi penduduk maupun wisatawan. Ini termasuk penataan ruang publik dan fasilitas pendukung lainnya.

Doding Rahmadi menegaskan, "Teman-teman sudah menyetujui pinjaman PEN sebesar Rp70 miliar untuk tiga pos besar, yakni peningkatan infrastruktur, peningkatan pariwisata untuk menambah PAD (pendapatan asli daerah), dan pengembangan kota atraktif." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen DPRD terhadap pemanfaatan dana secara strategis.

Skema Pembayaran dan Harapan Peningkatan PAD

Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah menyusun skema pembayaran pinjaman PEN Rp70 miliar ini dalam jangka waktu tiga tahun. Perencanaan pembayaran yang matang ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan. Skema ini juga mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

Dari total pinjaman PEN Trenggalek tersebut, diperkirakan akan muncul beban bunga sekitar Rp9 miliar. Beban bunga ini ditargetkan dapat ditutup sepenuhnya dari peningkatan pendapatan daerah, khususnya yang berasal dari sektor wisata. Peningkatan PAD dari pariwisata menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan keuangan daerah.

Doding Rahmadi menyampaikan harapannya agar anggaran ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi warga Trenggalek. "Harapannya anggaran ini benar-benar bermanfaat untuk warga Trenggalek. Bunga sekitar Rp9 miliar itu bisa ditutup dari peningkatan pendapatan," ujarnya. Ini menunjukkan optimisme terhadap potensi peningkatan ekonomi lokal.

Lebih dari separuh pinjaman PEN akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur, sekitar Rp40 miliar. Ini memastikan bahwa anggaran dasar pembangunan tahun 2026 dipastikan akan bertambah secara signifikan. Peningkatan alokasi ini akan mempercepat realisasi proyek-proyek vital.

Pengembangan Destinasi Wisata Unggulan Trenggalek

Sejumlah lokasi tujuan wisata di Trenggalek masuk dalam daftar pengembangan yang akan didanai dari pinjaman PEN. Pengembangan ini mencakup destinasi populer seperti Pantai Prigi dan Pantai Simbaronce, yang dikenal dengan keindahan alamnya. Peningkatan fasilitas dan aksesibilitas diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan.

Selain pantai, objek wisata alam lainnya seperti Goa Lawa dan Dilem Wilis juga akan mendapatkan sentuhan pengembangan. Goa Lawa menawarkan pengalaman eksplorasi gua yang unik, sementara Dilem Wilis menyajikan keindahan pegunungan. Proyek ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi wisata alam Trenggalek.

Menariknya, lokasi wisata baru Tumpak Teleng di kawasan jalur lintas selatan juga akan menjadi fokus pengembangan. Keberadaan destinasi baru ini diharapkan dapat memperkaya pilihan wisatawan. Pengembangan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk meratakan pembangunan pariwisata di seluruh wilayah.

Doding Rahmadi menambahkan, "Mudah-mudahan pengembangan ini sesuai perencanaan dan mampu meningkatkan PAD." Pernyataan ini menunjukkan harapan besar terhadap kontribusi sektor pariwisata dalam peningkatan pendapatan asli daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi