Ratusan eks karyawan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) menggelar aksi unjuk rasa pada momen Hari Pahlawan, di depan pabrik Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (10/11). Mereka membawa sejumlah spanduk, banner hingga bendera bertuliskan, 'Solidaritas Eks Karyawan Sritex', 'Marsinah tidak mati, kami berlipat ganda', Kurator No Action Talk Only'', Kurator jangan jadi kura-kura'; 'Pesangon Harga Mati' dan lainnya.
Para pengunjuk rasa membawa misi aksi bertema 'Damai Untuk Keadilan'. Koordinator Forum Eks Pekerja Sritex, Agus Wicaksono mengatakan, momentum peringatan Hari Pahlawan tahun 2025 ini menggugah semangat untuk menyuarakan bahwa mereka masih ada dan masih berjuang tanpa kenal menyerah untuk memperjuangkan hak hak mereka yang sudah 9 bulan ini belum terselesaikan.
"Kami masih ada dan masih berjuang tanpa kenal menyerah untuk memperjuangkan hak hak kami yang sudah 9 bulan ini belum terselesaikan. Marsinah sang Pahlawan Buruh tidak mati, dia hidup sampai detik ini di dalam sanubari ex karyawan Sritex," katanya.
Lanjut dia, para eks karyawan Seitex bukan sekadar angka dalam laporan pailit, tetapi juga manusia,
Advertisement
Pernah Buat Nama Indonesia Berkibar di Dunia
"Kami pekerja yang pernah membuat nama Indonesia berkibar di kancah Internasional melalui produk-produk pakaian yang kami kerjakan di Sritex," ungkapnya.
Ada sejumlah harapan yang disampaikan para eks karyawan dalam aksi tersebut. Di antaranya hak hak eks karyawan dapat segera dibayarkan (uang THR & pesangon, uang koperasi & uang iuran BPJS yang sudah dipotong);
"Mendesak kurator untuk tidak mengulur-ulur waktu dan segera menyelesaikan tugas kewajibannya agar segera melakukan proses lelang harta pailit Sritex," katanya.
Selain itu, pemerintah juga diminta untuk hadir secara nyata memprioritaskan nasib eks karyawan Sritex yang di PHK sebagai rakyat kecil yang menjadi korban karena sudah 9 bulan ini terabaikan dan terlunta-lunta nasibnya.