Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, secara aktif menggelar program pangan murah untuk menekan laju kenaikan harga komoditas pokok. Kegiatan ini dilaksanakan di Simpang Empat, Kecamatan Pasaman, pada Minggu (02/11), sebagai respons terhadap tingginya harga kebutuhan pangan di pasaran.
Inisiatif strategis ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dengan menyediakan berbagai komoditas pangan dengan harga terjangkau. Salah satu fokus utama adalah menstabilkan harga cabai, yang menjadi perhatian banyak rumah tangga.
Melalui program ini, Pemkab Pasaman Barat memberikan subsidi signifikan, khususnya untuk cabai, agar masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan lebih mudah dan ekonomis. Langkah konkret ini diharapkan mampu menjaga daya beli warga di tengah fluktuasi harga.
Advertisement
Advertisement
Strategi Subsidi untuk Stabilisasi Harga Komoditas
Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menjelaskan bahwa pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp20 ribu per kilogram untuk cabai. Dengan subsidi ini, harga jual cabai kepada masyarakat hanya Rp50 ribu per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang mencapai Rp70 ribu per kilogram.
Tidak hanya cabai, sejumlah komoditas pangan lainnya juga mendapatkan subsidi lebih dari 10 persen dari harga pasar. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga di wilayah tersebut.
Doddy San Ismail menegaskan, "Rata-rata item pangan yang kita jual sudah di subsidi lebih 10 persen dari harga pasar." Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab Pasaman Barat dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Advertisement
Kegiatan gelaran pangan murah ini diselenggarakan hampir setiap minggu oleh Dinas Ketahanan Pangan, dengan lokasi yang ditentukan berdasarkan kebutuhan dan permintaan masyarakat di berbagai wilayah.
Advertisement
Antusiasme Masyarakat dan Dampak Positif Program
Gelaran pangan murah ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat, terbukti dengan ratusan warga yang berdatangan untuk membeli komoditas yang disediakan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadina Oktavia, menyatakan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi.
Pada gelaran di Simpang Empat, tercatat penjualan yang signifikan, yaitu dua ton beras, 200 kilogram cabai, dan 200 kilogram bawang. Angka ini menunjukkan betapa besar kebutuhan masyarakat akan pangan murah dan terjangkau.
Salah seorang warga, Meta (30), mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini. "Perbedaan harga dengan pedagang mencapai 10.000 per kilogram untuk bawang merah dan sekitar Rp20.000 untuk cabai merah," ujarnya, menyoroti manfaat langsung yang dirasakan.
Advertisement
Meta juga menambahkan bahwa perbedaan harga beras dengan di warung sekitar Rp5.000 per lima kilogram, yang sangat membantu pengeluaran rumah tangganya. Ia berharap item pangan yang dijual dapat terus ditambah mengingat harga di pasaran yang terus meningkat.
Advertisement
Kolaborasi dan Rencana Pengembangan Program Pangan Murah
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berencana untuk terus melanjutkan kegiatan pangan murah ini melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Mitra yang terlibat antara lain Bank Indonesia, Bank Nagari, Perum Bulog, serta kios-kios partisipasi.
Doddy San Ismail menekankan, "Pemerintah hadir di tengah kebutuhan masyarakat. Selain subsidi kami juga mendekatkan kegiatan tersebut dengan permukiman masyarakat yang tersebar di 11 Kecamatan." Ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan program.
Sebelumnya, tim pangan murah juga telah menambah komoditas seperti minyak goreng, telur, dan gula untuk memenuhi kebutuhan yang lebih beragam. Pihak Dinas Ketahanan Pangan terus berkoordinasi dengan pemerintah nagari (desa) untuk mengidentifikasi jenis kebutuhan pangan dominan yang perlu disubsidi.
Advertisement
Ekadina Oktavia menambahkan, "Masyarakat saat ini membutuhkan beras, cabe, dan bawang karena harganya cukup tinggi di pasaran." Pihaknya berharap program ini bisa berdampak langsung kepada masyarakat karena subsidi harga langsung dirasakan.
Sumber: AntaraNews